Atta Halilintar, Nadiem Makarim dan Keluarga Kami

Selepas hajatan kecil-kecilan ulang tahun ke-9 putra saya Ali Ridha kemarin, perbincangan panjang di sepertiga malam terjadi antara saya dan istri. Pa, apa yang berbeda dengan ulang tahun Ali kali ini? Tanya Endang membuka percakapan dengan mata yang masih menyala. Padahal, jam sudah menunjukkan hampir pukul dua dini hari. Banyak, misal Ali tidak mau lagi … Lanjutkan membaca Atta Halilintar, Nadiem Makarim dan Keluarga Kami

Ahok Lagi?

Menyebut nama Ahok, pasti selalu bikin heboh. Padahal sudah ganti nama jadi Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Daya tarik dan daya tolak akan diri Ahok, selalu besar. Bahkan menurut saya, daya tolak yang dimiliki terlalu besar sampai membuat jutaan orang datang ke monas hanya untuk menggugat satu orang, Ahok.Kini, jagat media dan  twitterland kembali heboh soal  BTP yang akan … Lanjutkan membaca Ahok Lagi?

Surat Untuk Bro Menteri Nadiem

Jujur, saya agak bingung mau menyapa Saudara Menteri dengan panggilan apa? Pak, Mas, Uda, Antum, atau Bro. Kalau saya memanggil Bapak Menteri Nadiem Makarim rasanya terlalu formal, sementara umur kita sama.  Sebagai pria umur 35 yang masih dalam ketegori papa muda, saya agak alergi dipanggil ‘Pak’, karena terkesan terlalu tua. Kalaupun saya panggil Sampeyan Mas, … Lanjutkan membaca Surat Untuk Bro Menteri Nadiem

“Joker dan Komedi dunia Kita”

“Hidup sejatinya adalah permainan peran. Seperti kisah malaikat dan setan, Pandawa dan Kurawa, Batman ataupun Joker. Karena kita semua hanyalah lakon dari sang dalang” Dua jam lebih, mata saya susah untuk berkedip. Terpukau dengan adegan demi adegan dari film yang khusus membahas tokoh antagonis kesukaan saya, siapa lagi kalau bukan Joker. Untuk pertama kali, saya … Lanjutkan membaca “Joker dan Komedi dunia Kita”

‘Habibie dan Jejak Kenangan Masa Kecil Kita’

‘Nak, kamu harus rajin sekolah, biar bisa pintar kaya Habibie’ Begitu kata Almarhum ayah saya, mungkin juga ayah anda, dan ayah-ayah yang lain. 'Sekolah dan menjadi Habibie' adalah doktrin yang selalu berulang oleh orang tua kepada kami, anak-anak zaman yang lahir dan sekolah di era orde baru. Sebuah masa, ketika Soeharto berkuasa, saat tidak ada … Lanjutkan membaca ‘Habibie dan Jejak Kenangan Masa Kecil Kita’

Manusia adalah Koentji!

Bisa tolong pesankan Grab atau Gojek ? 'Coba-coba… siapa yang tau cara pakai aplikasi itu'. Saya terdiam heran, saya sedang berhadapan dengan seorang komisaris salah satu BUMN yang sedang panik, karena supir pribadi si Bos hendak pulang menjemput anak. Sementara bapak komisaris masih ingin nongkrong di salah satu kedai kopi bersama saya. Padahal, malam sudah … Lanjutkan membaca Manusia adalah Koentji!

Kampus Unhas, Demokrasi, dan Ah Kamu…

Rasanya sudah terlalu tua untuk ikut campur membahas soal kampus Unhas, apalagi sekedar tentang dinamika politik lembaga kemahasiswaan. Nanti para senior akan bilang, Kamu pengangguran yah Bro? Dan adik-adik junior yang masih asyik di kampus bisa jadi akan berteriak, ‘Kak kami punya sejarah sendiri, pliss jangan ikut campur di’!!! Mau jawab apa coba? Lagi pula, … Lanjutkan membaca Kampus Unhas, Demokrasi, dan Ah Kamu…

PSM, Ewakoo…

Goll…Goll…Goll… Bilang memang Ja’, Ewakoo PSM, Watunnami. Teriakan-teriakan itu pecah, ketika pada babak kedua menit ke-50 Zulham Zamrun, berhasil menaklukan kiper Persija Andritany. Skor 2-0 untuk PSM. https://www.youtube.com/watch?v=rUC9KzacK5A Saya bersama istri dan beberapa teman lain tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak, larut bersama kegembiraan penonton lain di salah satu kafe di Jalan Perintis Kemerdekaan … Lanjutkan membaca PSM, Ewakoo…

Razia Buku

‘Saya Zul, Ketua Brigade Muslim Indonesia. Saya bersama teman-teman sedang mencari buku yang berpaham Marxisme, Komunisme dan Leninisme. Kami sudah sepakat dengan pihak Gramedia, untuk  menarik seluruh buku tersebut dan mengembalikan ke pihak percetakan’. Demikian kira-kira pernyataan orang yang kini jadi viral itu. Saya sendiri hanya tertawa ketika mendapatkan video Razia buku itu lewat pesan … Lanjutkan membaca Razia Buku

Bukan Zaman Cicero

Sekarang, bukan lagi zaman Cicero. Politisi, Filsuf dan ahli retorika dari zaman Romawi kuno yang terkenal jago pidato itu bertahta. Tidak juga, era pemimpin kharismatik layaknya Soekarno, Mandela atau Fidel Castro. Kini kita sedang berhadapan dengan zaman baru, ketika era kaum sophis yang ahli debat maupun mereka yang punya daya tarik kharismatik emosional, layaknya Marcos … Lanjutkan membaca Bukan Zaman Cicero