‘Jika tiga jagoan bertarung’

 

153633220160225-1415531780x390
Sumber Foto Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

Sejak era Joko Widodo berhasil menaklukan Jakarta, dan akhirnya mengguncang indonesia dengan terpilih menjadi presiden, para pemimpin daerah kini mulai mendapatkan sorotan yang lebih besar oleh media dan publik.

Sentrum berita menyangkut tokoh politik, tidak lagi di dominasi oleh elit dalam lingkaran kekuasaan presiden, menteri, anggota DPR, atau sejumlah lembaga tinggi negara. Tidak pula hanya berkutat, pada tokoh pimpinan pusat partai yang biasanya diisi oleh politisi tua dari masa lampau.

Kini gubernur, bupati, walikota, bahkan anggota DPRD mulai mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar. Dan jika ditanyakan siapa diantara 35 gubernur, 415 bupati, dan 98 walikota yang populer, saya berkeyakinan ada empat nama yang paling menonjol dan dikenal secara luas yakni Tri Rismaharini walikota Surabaya, Ganjar Pranowo gubernur jawa tengah, Basuki Tjahaja Purnama gubernur Jakarta, dan tentu saja Ridwan Kamil, walikota bandung.

Lantas, bagaimana jika tiga diantara nama populer tersebut, akhirnya mengikuti jejak langkah jokowi yang mantan walikota solo, lalu melaju menuju perebutan kursi gubernur Jakarta ?

‘Dua skenario, Pertarungan tiga kepala daerah Jagoan’

375333_620
sumber foto : Tempo.com/Dasril Rozandi

Pertemuan Ahok, Ridwan Kamil, dan Ganjar dibalai kota Jakarta kemarin, menurut saya bukanlah sebuah pertemuan biasa. Walau ketiganya, masih nampak malu-malu namun dari bahasa isyarat masing-masing, menurut hemat saya tiga kepala daerah tersebut memiliki niat untuk maju menjadi calon gubernur Jakarta.

Tiga jagoan itu, juga sama-sama memiliki peluang mendapatkan dukungan pencalonan baik melalui partai, maupun lewat jalur independen. Ganjar Pranowo memang  kader PDIP, Ridwan Kamil secara terbuka siap diusung oleh Partai Gerindra, dan Ahok telah mendapatkan dukungan lewat jalur independen, melalui gerakan pengumpulan KTP ‘teman ahok’ yang dari hari ke-hari terus bertambah.

Pertanyaanya, apakah memungkinkan ketiganya akan bertarung dalam pilkada DKI? Jawabanya, tidak ada yang mustahil dalam politik! Ada dua skenario, yang bisa saja terjadi yang akan memaksa tiga ikon kepala daerah populer tersebut, terlibat dalam tarikan pertarungan ibu kota.

Pertama, jika Ahok memaksakan diri maju dari jalur independen maka kemungkinan besar PDIP akan mempertimbangkan mengusung kadernya sendiri sebagai calon gubernur. Lantas siapakah kader PDIP yang layak  untuk melawan Ahok?

Ada empat nama yang kemungkinan bisa menjadi lawan sepadan bagi popularitas Basuki Tjahaja Purnama, yakni Tri Rismaharini, Rano Karno, Djarot Saiful Hidayat, dan Ganjar Pranowo. Namun, Rasanya PDIP tidak akan memaksa untuk mendorong Tri Rismaharini ke- DKI, Pasalnya walikota Surabaya tersebut baru saja terpilih kembali dan dengan tegas telah menyatakan tidak akan maju menjadi calon gubernur DKI.

Lantas tinggal tersisa tiga nama, jika menggunakan pertimbangan popularitas dan basis demografi pemilih Jakarta, dimana ada dua komposisi etnis dominan yakni betawi (27,65%) dan jawa (35,16%) , maka Rano Karno dan Ganjar adalah dua alternatif yang paling memungkinkan untuk posisi gubernur, dibandingkan Djarot Saiful Hidayat yang magnet popularitasnya kalah jauh dibandingkan Ahok.

Dan jika disandingkan antara Rano Karno dan Ganjar, menurut pendapat saya dari sisi daya tarik popularitas berdasarkan referensi prestasi, kemungkinan besar PDIP atau megawati, akan lebih memilih Ganjar dibandingkan Rano Karno yang ‘kurang bergigi’ dan miskin prestasi dalam memimpin provinsi banten.

Skenario pertama ini akan terjadi, jika sekali lagi Ahok maju lewat jalur independen dan tanpa melibatkan PDIP, maka peluang Ganjar bertarung di perebutan kursi DKI menjadi tidak tertahankan lagi.

Namun jika Ahok menggunakan PDIP sebagai kenderaan politiknya, maka kemungkinan skenario kedua yang akan berjalan. PDIP hanya akan memasang kadernya pada posisi wakil gubernur, disini peluang Djarot Saiful Hidayat menjadi lebih terbuka.

images

Sedangkan jalan kang Emil, untuk ikut dalam pilgub DKI tidaklah terlalu sulit. Karena partai gerindra, menurut saya memiliki kecenderungan untuk mendukung Ridwan Kamil dibandingkan calon lainya.

Pasalnya dari hasil sejumlah survei, memang hanya Ridwan Kamil yang bisa melawan elektabilitas dan popularitas Ahok.Bila akhirnya, ridwan kamil menyatakan maju menjadi gubernur Jakarta, maka peluang terjadinya sekenario kedua akan semakin besar, dimana Ahok akan lebih mempertimbangkan berkoalisi dengan kader PDIP, bila harus berhadapan dengan Ridwan Kamil sebagai salah satu rivalnya .

Jika keduanya akhirnya bertemu, dalam laga pilgub DKI hampir dipastikan drama politik pilpres bisa jadi kembali akan berulang di pilgub Jakarta, dimana adu kesaktian prabowo dan megawati kembali akan memanas.

Namun pertanyaanya, siapkah Ridwan Kamil untuk maju menjadi calon gubernur Jakarta? Lantas bagaimana sikap Ahok atas PDIP ? Kedua hal ini, adalah pertanyaan kunci, dari ‘kemungkinan pertarungan tiga kepala daerah jagoan’!

Kita tunggu saja…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s