Surat Untuk Bapak Wapres, yang Lihat GMT di Palu

Bapak Wakil Presiden yang saya hormati, 

Saya membaca sejumlah koran dan portal online, katanya bapak wapres akan datang berkunjung ke-kota palu- sulawesi tengah, untuk sama-sama menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret nanti.

Dari 12 provinsi di indonesia, memang sulawesi tengah adalah salah satu provinsi yang dilewati oleh kejadian langka tersebut, dan Kota palu serta kabupaten sigi, adalah dua diantara beberapa kabupaten di sulteng yang mendapatkan berkah keistimewan itu.

012530800_1452732263-maxresdefault

Kejadian yang katanya, hanya terjadi 33 tahun sekali. Dan pada tahun 2016 ini, menurut sejumlah portal sains yang saya baca, menjadi begitu istimewa karena Indonesia adalah satu-satunya negara yang daratannya akan dilintasi GMT.

Tentu ini adalah hal yang patut kita saksikan, syukuri, dan sambut dengan suka cita. Karena mungkin, momen ini hanya terjadi sekali dalam se-umur hidup. Apalagi dari penelusuran saya, katanya kejadian serupa baru akan terjadi kembali nanti pada tahun 2049, entah saya dan bapak wapres masih hidup di tahun itu?

IMG_8085
sumber foto; www. skyscrapercity.com/showthread.php?t=148430&page=49

Bapak, JK yang saya hormati…

Sekarang, kota palu begitu ramai, saya melihat banyak turis yang lalu lalang di jalanan. Hotel penuh, pantai di teluk palu juga lebih ramai dari biasanya, kafe-kafe dadakan sepanjang jalan bermunculan. Apalagi, katanya bapak wapres akan meresmikan tugu GMT yang ada dianjungan pantai teluk palu, tentu akan menambah ikon baru kota kami.

Saya senang, menyaksikan kota palu banjir wisatawan.Kata orang-orang pemerintahan, kejadian ini bisa memacu perekonomian sulawesi tengah beberapa kali lipat. Tentu sebagai putra daerah, saya  bersyukur akan karunia Tuhan tersebut.

Namun, taukah bapak wapres yang saya hormati, tadi saya berkeliling kota kelahiran saya ini, sambil coba merasakan apa yang dipikirkan warga kota palu saat kotanya ramai wisatawan, dan jadi pusat perhatian sejumlah peneliti dunia?

Apa kata saudara-saudara saya di kota palu ?

‘Dek, dari dulu kami sudah sering merayakan GMT, alias Gelap, Mati, Total’!

Saya hanya bisa tertawa. Karena apa yang disampaikan memang benar adanya.

Untuk bapak wapres ketahui, saya baru dua hari tiba dikampung halaman, seperti bapak wapres saya ingin pula menyaksikan peristiwa alam langka tersebut.

Selama dua malam ini juga, saya bisa merasakan apa yang disampaikan saudara-saudara saya di kota ini, palu mengalami Gelap Mati Total pada malam hari, bukan karena peristiwa gerhana namun karena Pemadaman lampu yang dilakukan bergilir oleh PLN yang entah alasan apalagi.

Pada pagi, siang, dan sore hari, karena kota ini berada digaris katulistiwa memang kota ini banjir cahaya matahari.

Namun, disaat yang sama sudah tak terhitung beberapa kali PLN memadamkan listrik sesuka hati, bisa bapak wapres bayangkan, siang di kota palu yang bisa bersuhu 35-36 derajat celcius, tanpa kipas angin atau AC ? very… very hot…tentunya.

Pemadaman bergilir oleh PLN ini, tentu juga sangat mengangu aktivitas perekonomian, bapak wapres mantan seorang pengusaha, tentu paham bagaimana kebutuhan industri atas energi.

Kantor-kantor pemerintahan, juga tidak bisa berjalan maksimal akibat persoalan listrik yang tak kunjung selesai. Padahal, kota dan provinsi ini sedang giat membangun, apalagi oleh paket kebijakan ekonomi jilid VI, kota palu diberikan keistimewaan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Bagaimana orang bisa percaya provinsi ini bisa melaju menjadi provinsi yang maju dari sisi industri, jika soal listrik saja belum selesai ?

Saya heran, karena krisis listrik yang melanda daerah ini sudah berlangsung semenjak saya lahir, sampai punya anak.

PLN juga sudah beberapa kali ingkar janji atas warga provinsi ini, dan setelah saya telusuri ternyata bapak Gubernur kami juga sudah begitu geram ;

http://www.metrosulawesi.com/article/longki-ingatkan-pln-untuk-prioritaskan-kebutuhan-listrik-sulteng

Padahal,  awalnya saya begitu optimis ketika membaca Program Indonesia Terang (PIT) yang diluncurkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang begitu heroik, dengan jargon ‘terang untuk semua’.

Namun kenapa, kota dan kabupaten-kabupaten di provinsi saya masih gelap, tak bisakah kementerian BUMN, ESDM dan PLN Menyelesaikan persoalan ini?

Apa karena provinsi kami dilewati oleh Gerhana Matahari Total, maka harus sering gelap gulita? Hehehe.. 

Bapak, Wapres Muhammad Jusuf Kalla yang saya banggakan,

Sebagai sesama orang yang berasal dari kawasan timur indonesia, tentu bapak wapres sering mendengar istilah orang-orang jakarta, ketika baru kembali dari indonesia timur.

Semakin ketimur, semakin gelap…!

Entah mereka bicara warna kulit, atau mereka bicara soal krisis energi saya kurang paham. Namun saya berbaik sangka, mereka sedang bicara soal kita yang juga belum bisa bebas dari persoalan klasik masalah energi.

Untuk itu, saya berharap bapak wapres yang kami banggakan, sebagai sesama orang sulawesi jika bapak datang, tolong bapak bebaskan kampung halaman saya dari peristiwa  Gelap, Mati, Total (GMT) ini, agar rakyat daerah ini juga bisa merasakan bedanya gerhana matahari total dan lampu yang padam.

Dan semoga saja, tugu GMT yang akan bapak wapres resmikan bukan menjadi lambang dari Gelap, Mati, Totalnya listrik kota palu pasca peristiwa Gerhana Matahari Total usai…

Tabe, 

 

6 tanggapan untuk “Surat Untuk Bapak Wapres, yang Lihat GMT di Palu

  1. PLN Palu harusnya punya hati nurani dan kepekaan atas kondisi yang sudah berpuluh2 tahun walau berulang kali diprotes dan didemo

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s