‘Hillary Clinton, dan Hidup yang Tak Sempurna’

hillary

Memang tidak pernah ada hidup yang sempurna, termasuk untuk seorang Hillary Clinton! 

Itulah yang saya rasakan, ketika selesai membaca biografi, mantan first lady Amerika ke- 42 tersebut. Lewat buku yang berjudul ‘Hillary, saya seolah diajak untuk masuk dalam kehidupan salah satu diantara sepuluh perempuan yang paling berpengaruh di dunia itu.Mengenal lebih dekat, sosok Hillary yang tumbuh dalam didikan ayah yang bernama Hugh E. Rodham, pengusaha tekstil yang begitu disiplin dan sedikit pelit, atau justru belajar mengerti arti kasih sayang dari Dorothy Howell ibunya yang sangat perhatian.

Saya selalu senang membaca buku biografi, karena dari sana bisa belajar banyak hal. Tentang kepingan kehidupan dari tokoh yang diceritakan, kisah pergulatan batin mereka, sekaligus diajak memahami, bahwa mereka semua adalah manusia biasa yang juga mengalami masa susah dan senang.

Setelah membaca buku biografi ini, barulah saya mengetahui berbagai fakta dibalik kehidupan seorang Hillary Rodham. Ternyata Ibu dari Chelsea Clinton ini, adalah seorang perempuan yang senang makan coklat, pencinta anak-anak, serta selalu kerepotan untuk menata rambutnya yang lurus dan itulah alasan, mengapa potongan rambut menteri luar negeri amerika itu selalu pendek sampai saat ini.

Dari biografi ini pula, saya baru mengetahui bahwa memang seorang Hillary adalah anak yang selalu menjadi juara kelas sejak kecil, pernah menjadi surveyor untuk mencari uang jajan saat SMU, pada saat john F. Kennedy terpilih menjadi presiden. Atau fakta, bahwa Hillary adalah sedikit orang, yang pernah menolak Universitas Harvard hanya karena tersinggung oleh ucapan seorang guru besar dari Harvard, dan akhirnya memutuskan untuk kuliah di fakultas hukum di universitas Yale yang juga bergengsi.

Keluarga yang tak sempurna

monica-lewinsky-600x450

Salah satu bagian penting kehidupan Hillary, adalah ketika dihadapkan pada kasus perselingkuhan Bill Clinton yang saat itu masih menjabat seorang presiden amerika. Kisah skandal Bill Clinton dan monica lewinsky tersebut, memang sempat menjadi berita heboh dunia pada tahun 1998, dengan tajuk ‘Monicagate’.

Bagaimana perasaan Hillary ketika itu ? Apa yang dipikirkannya, saat mengetahui sang suami yang teman kuliahnya di yale university, akhirnya terlibat skandal dengan wanita lain?

‘Jujur saya marah, malu, sedih, dan ingin meninggalkan Bill’, ungkap Hillary dalam bukunya.

Memang tak ada manusia yang sempurna, seperti lirik lagu andra and the backbone.

Setelah menikah selama 23 tahun, rumah tangga mereka berada diambang perceraian, apalagi fakta kehadiran monica, seolah membenarkan rumor selama ini tentang seorang Bill Clinton yang playboy.

Lantas apa yang membuat Hillary akhirnya tidak meninggalkan Bill saat itu, dan memilih melanjutkan pernikahan mereka ? disinilah kedewasaan sisi manusia Hillary begitu terasa, ‘aku sadar tak mampu dan tak baik membesarkan seorang anak sendirian’, ungkap Hillary dalam cerita buku ini.

Ternyata, Chelsea adalah pemersatu dan menjadi bahan pertimbangan utama Hillary ketika itu.  Hillary,  mengikuti jejak sang ibu ketika berhadapan dengan ketidak sempurnaan suami mereka.

Saat membaca bagian ini, dalam hati saya berbisik, memang tak pernah ada pangeran kaya, baik hati, dan setia, sebagaimana cerita dalam dongeng cinderella.. hehee.

Beda Politisi Amerika, dan Politisi Indonesia

hillary-clinton-08-10

Pelajaran selanjutnya dari kisah kehidupan Hillary, bahwa menjadi seorang politisi memang adalah soal pilihan hidup. Sejak kuliah, bahkan sejak kecil, Hillary sudah memiliki passion yang begitu besar untuk menjadi politisi.

Berbeda dengan banyak politisi indonesia yang saat kecil, bercita-cita jadi dokter, insinyur, pengusaha, tentara atau polisi, namun karena kecelakan sejarah, atau demi memperluas jaringan bisnis atau bahkan mencari pekerjaan, akhirnya terjun dalam dunia politik.

Inilah hal yang menurut saya, menjadi pembeda dari latar kehidupan para politisi indonesia, dan politisi amerika.

Dari membaca  kisah hidup Hillary, saya baru paham bahwa anak-anak amerika, dibiasakan untuk bebas mengemukakan pendapat, mengejar apapun yang menjadi keinginan mereka, lalu berjuang mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan dan pendidikan yang cukup, untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Sisi lainnya, dari membaca kehidupan Hillary bersama Bill sebagai politisi. Saya semakin disadarkan, bahwa politik adalah ambisi untuk mewujudkan gagasan dan keyakinan , serta memperjuangkan kepentingan orang banyak. Bukanlah lahan pekerjaan, untuk mendapatkan gaji atau untuk memperkaya diri.

Dari buku ini pula, saya baru mengetahui bahwa ketika Hillary menjadi ibu gubernur negara bagian arkansas, dirinya juga mengalami kesulitan keuangan untuk membiayai pendidikan Chelsea dan berbagai kebutuhan keluarga, sehingga harus bekerja total sebagai pengacara di beberapa kantor advokat.

Sementara suaminya, Bill Clinton yang waktu itu menjadi gubernur, disebut Hillary adalah seorang yang tidak terlalu berpikir untuk melakukan investasi, namun seorang suami yang selalu merasa cukup dengan nonton bioskop, dan membeli beberapa buku yang diinginkannya. Potret yang sanggat berbeda, dengan kehidupan para gubernur dan ibu gubernur di negara ini.

Cerita lain yang juga penting, ketika Hillary bersaing dengan Barack Obama pada saat pencalonan presiden partai demokrat pada tahun 2009 yang lalu, dimana akhirnya Hillary dikalahkan oleh obama. Hillary yang punya utang besar karena biaya selama masa kampanye, tidak lalu marah, atau mengerahkan massa untuk menyerang kantor KPU Amerika.

Namun dengan tenang, istri Bill Clinton ini berpidato di hadapan tim suksesnya, ‘kita kalah namun itu bukan akhir dari karir politik saya’!

Itulah Hillary, perempuan dengan kehidupan yang mungkin tidak sempurna, namun selalu tegar dan teguh dalam memperjuangkan ide politiknya, perempuan yang mungkin sangat ambisius oleh bius kekuasaan, tapi punya mimpi mewujudkan kesetaraan.

Sesuatu yang menarik untuk dibaca dan direnungkan!

Tabe,

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s