Tour De Java vs Tour Hambalang

Cc_WkG1UMAAg3hU

Beberapa media besar, dan para ‘jokowi lovers’ langsung ‘bereaksi nyinyir’ dengan aksi SBY ketika melakukan ‘Tour De Java’.

Pasalnya, selama perjalanan SBY ke berbagai daerah, kritik dan masukan yang dilontarkannya melalui media sosial, seolah sedang membuka fakta berbeda akan pandangan rakyat atas pemerintahan yang kini berkuasa, pandangan yang jauh dari pemujaan para jokowi lovers!

Komentar yang bernada mempertanyakan, sampai yang mengejek bermunculan, sebagai aksi balasan untuk SBY yang sedang membuat ‘gelombang politik kembali’, sesuatu yang tentu saja biasa didalam arena politik, ada aksi maka ada reaksi.

jokowi-sidak-ke-hambalang_20160318_174229.jpg

Jokowi sendiri tidak tinggal diam, seolah mempertegas aksi balasan ‘perang udara’, jokowi langsung melakukan tour hambalang, yang menurut saya terbaca jelas, ingin mengingatkan akan kasus yang mendera sejumlah menteri dan anggota dari partai demokrat era SBY berkuasa.

Tour De Java vs Tour Hambalang, setelah itu apa?

Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh SBY adalah hal yang sangat wajar. Baik sebagai mantan presiden maupun sebagai ketua partai yang pernah berkuasa. Selama menjadi presiden dua priode, berbagai kritik ‘mantan sebelumnya’ yang kini juga ketua partai yang ‘menugaskan jokowi’ yakni Megawati, jauh lebih keras dan lebih kejam dibandingkan apa yang disampaikan oleh SBY kini kepada Jokowi.

jokowi-petugas-partai

Megawati dengan berapi-api, menyebutkan ‘SBY tidak pro wong cilik, menteri dan presiden pesolek’, dan berbagai tuduhan lain. Namun apa reaksi SBY ketika itu ? Hampir tidak ada reaksi, bagi SBY mungkin hal itu adalah hal yang biasa dan wajar dalam demokrasi.

Kini, ketika SBY mulai kembali bergerak menyusun kekuatan politik melalui ‘Tour De Java’, harusnya bukanlah hal yang perlu ditakutkan secara berlebihan, oleh para jokowi lovers, sampai harus membuat berbagai mame yang mengejek.

Apalagi, jika para jokowi lovers yang begitu aktif di dunia media sosial, yakin bahwa Jokowi, PDIP, beserta partai-partai pendukungnya, benar-benar masih akan mendapatkan simpati dan kepercayaan rakyat pada tahun 2019 nanti.

Kritik SBY tentang PSSI dan olahraga dalam negeri, yang berujung balasan tour hambalang oleh jokowi beserta menteri pemuda dan olah raga, harusnya menjadi fokus perhatian karena dari sanalah perang udara ini memulai aksi dan reaksi.

Langkah presiden jokowi yang mengunjungi hambalang menurut saya adalah hal yang baik, selama itu bukan hanya diniatkan sebagai sekedar reaksi politik balasan. Presiden Jokowi beserta menpora Imam Nahrawi, harus benar-benar melakukan sesuatu dibandingkan hanya menyesali proyek hambalang yang terbengkalai.

Secara sederhana mungkin kita bisa bertanya, apa langkah presiden Jokowi atau Imam Nahwari setelah blusukan ke hambalang ? Bagaimana pula nasib pembinaan olahraga nasional kita pada masa akan datang ?

Apa kabar sepak bola dalam negeri, yang kini nyaris tanpa kompetisi dan liga yang jelas, setelah kemarahan menpora yang membekukan PSSI yang berujung sanksi FIFA ? Mestikah, para pemain sepak bola kita terus bermain di turnamen antar kampung ?

Demikian pula, sudah sejauh mana kesiapan pemerintah dalam menyambut Asian Games Jakarta-palembang 2018 ? Bagaimana pula skenario perbaikan dunia olahraga dalam negeri, yang hampir disemua cabang olahraga semakin hari prestasinya semakin memalukan?

Saya rasa, hal-hal ini patut pula kita pertanyakan, setelah tour hambalang presiden jokowi dan imam nahrowi ?

Mari Jujur Menilai

Jika kita ingin adil dalam pikiran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan beberapa kelemahan juga memiliki banyak catatan keberhasilan yang semoga saja bisa diikuti oleh era pemerintahan Joko Widodo.

Pada bidang ekonomi, selama sepuluh tahun pemerintahanya, SBY beserta kabinetnya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata diatas 5 %, APBN indonesia meningkat empat kali lipat dibandingkan sebelumnya, diantara negara G20 indonesia juga merupakan negara kedua dengan pendapatan perkapita tertinggi setelah tiongkok.

Prestasi lain yang juga cukup membanggakan pada era pemerintahan SBY pula, indonesia bisa keluar dari jerat utang kepada IMF yang selama beberapa tahun menghantui pemerintahan dari zaman Soeharto sampai era Megawati soekarno putri.

Hadirnya program seperti PNPM, Raskin, dan BLSM, terlepas dari berbagai kritik atas implementasinya, mampu menjadi sabuk pengaman menghadapi krisis global sepanjang tahun 2008-2009.

Pada bidang keamanan, prestasi pada masa SBY patut pula diakui secara jujur dimana gejolak konflik dalam negeri dan ‘bom teroris seperti sarinah’ tidak terjadi, demikian pula kegaduhan politik dan hukum dimana pemerintah melakukan intervensi atas partai politik, sebagaimana zaman era Jokowi bersama menteri Yasonna Lowli tidak pernah saya lihat.

Memang korupsi adalah noda buruk bagi pemerintahan SBY dimana sejumlah kader partai demokrat, bahkan besan SBY sendiri terjerat kasus tersebut. Namun bukankah jika ingin adil, data ICW dan KPK sampai tahun 2014 justru menempatkan PDIP sebagai partai terkorup ?

Bagi saya, SBY setidaknya sudah teruji selama sepuluh tahun menjaga negara ini tentu saja dengan segala catatan kelemahannya, utamanya pada kasus korupsi. Sementara Presiden Joko Widodo ? Semoga blusukan-blusukan Jokowi bisa membawa hasil, termasuk setelah blusukan ke hambalang baru-baru ini, dan semoga pula para jokowi lovers, belajar adil dalam pikiran.

Tabe,

 

4 tanggapan untuk “Tour De Java vs Tour Hambalang

  1. Jokowi baru 1 tahun lebih,prestasinya sdh mengalahkan prestasi2 sby 10 tahun!
    Jokowi sederhana,jujur,bersih dan tegas…
    Membandingkan jokowi dan sby, (dalam tulisan diatas,adalah ketidak jujuran penilaian:prestasi jokowi di urai dalam black pdip ,lucu bro….sby tak ada apa2nya dibanding jokowi)

    Suka

  2. Ini soal pola komunikasi dua tokoh endonesia. SBY mencoba mengulik tanah babad jawa dg pola komunikasi tour dan sedikit menyentil usai melihat realitas tempat, waktu dan subtansi. Demikian pula dengan Jokowi. Ternyata presiden seumur jagung 1,5 tahun yg byk dikuatirkan WNI dan luar negeri tdk bakal memiliki pengalaman komunikasi politik dunia dan hubungan daerah konflik ternyta membelalakkn mata. Di dunia internasional masuk 100 org bergengaruh di dunia sejajar dg tokoh dunia; musyi dari Turki dan Obama dr paman sam. Di dlm negeri; aceh seperti salju membungkus raga dengan menemui orang tua angkatx. Di Papua tahun baru. Sebuah tradisi melihat endonesia tdk dg wacana tapi wedana.
    Jokowi memainkan komunikasi politik org Jawa yg mumpuni. Ia tdk ingin meladeni kritik dg perang urat syaraf di media. Ia juga melawan pemberi tugas di partai dengan gaya kepemimpinannya. Dia tdk frontal, tp menyengat. Membuat bulu kuduk lawanx tdk hanya nyinyir…..justru membuat penantangx mengukur kembali gerakan tambahan selanjutx.

    Songgompoasi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s