‘Fahri Hamzah, dan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan Jokowi’

jokowi-kuda4Satu lagi politisi tersungkur, oleh dahsyatnya jurus ‘tendangan tanpa bayangan’ ala Joko Widodo. Setelah sederet nama politisi senior dari Amien Rais, Abu Rizal Bakrie, Prabowo Subianto, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono, telah merasakan kedigdayaan jurus kungfu ala Wong Fei Hung yang dipraktekan Jokowi. Kini, tiba giliran politisi muda PKS, Fahri Hamzah, harus mengakui keampuhan dan kelincahan tendangan tanpa bayangan yang sangat mematikan ala sang presiden.

Gerakan politik Jokowi, dari hari ke hari mengingatkan saya pada berbagai adegan  kungfu dalam serial ‘the kungfu master’, yang sangat populer pada era tahun 90-an. Jokowi, ibarat seorang Donnie Yen, ketika sedang berhadapan dengan musuh-musuhnya. Senantiasa terlihat lembut, namun pada saat menyerang dapat  bergerak begitu cepat, dan langsung mematikan lawan.

Lihatlah, bagaimana ketika Jokowi menghancurkan Koalisi Merah Putih (KMP) yang berusaha terus menyerang. Tanpa gaduh, emosi, dan pamer banyak jurus. Gerilya senyap dan tak terduga khas Jokowi, mampu membuat satu persatu kelompok partai dalam KMP, kocar-kacir dan berbalik meminta  bergabung dengan pemerintahan.

PAN yang diobrak-abrik oleh Jokowi lewat Sutrisno Bachir, Golkar yang kekar mesti di bonsai oleh kementerian Hukum dan HAM, demikian juga PPP  yang berujung perpecahan setelah Suryadharma Ali menjadi tersangka.  Lalu kini, giliran PKS yang sedang dipaksa bertekuk lutut.

Fahri Hamzah, dan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan ala Jokowi

fahri hamzah

Fahri Hamzah, sebelumnya mungkin adalah satu-satunya politisi yang masih berani bersuara lantang, menentang sang presiden dari DPR. Dirinya, masih saja mencoba melawan berbagai kebijakan pemerintah, sesuatu yang tidak populer ditengah bergugurannya para penentang.

Sikap kritisnya, akhirnya tertolak ditengah elit PKS yang coba mengikuti arus. Tanda-tanda,  PKS akan ikut arus besar pendukung pemerintah sebenarnya sudah bisa terbaca sejak Sohibul Iman didaulat menjadi presiden, apalagi pasca pertemuan tertutup dengan Jokowi pada bulan desember 2015 yang lalu.

Penampakan ini semakin  terlihat, ketika Sohibul sering berpesan agar para kader PKS bisa bersinergi dengan pemerintahan. Sebagai rezim baru di PKS, Sohibul Iman nampaknya benar-benar ingin melepaskan kemelekatan PKS dengan KMP yang dimotori oleh Anis Matta dan Fahri Hamzah.

Keberadaan Fahri Hamzah, yang dipandang mewakili gaya rezim lama PKS, yang begitu dekat dengan Prabowo harus dibersihkan. Agar jalan PKS menjadi lebih terbuka untuk semakin merapat dengan rezim berkuasa.Inilah titik temu antara Sohibul imam dan kepentingan politik Jokowi, yang tidak ingin kekuasaan eksekutifnya digangu oleh legislatif.

Jurus politik Jokowidodo, memang ibarat tendangan tanpa bayangan.Tak nampak,  namun mampu membunuh lawan saat mereka belum sempat bergeming. Pesan dari peristiwa pemecatan Fahri  cukup jelas terbaca, ‘jika PKS ingin merapat maka segala yang berusaha menentang harus dibersihkan’!

Para elit PKS,  juga sudah melihat faktanya, bagaimana partai semapan dan sekuat golkar dipaksa bertekuk lutut tak berdaya. Begitu pula, PPP, dan PAN yang hanya punya dua pilihan, harus bergabung atau hancur!

Politik Jokowi yang sangat beraroma devide et impera, memang cukup ampuh menghancur leburkan lawan-lawannya, apalagi jokowi memang mengusai dengan baik teknik jurus maut tendangan tanpa bayangan, yang memang sangat mengerikan bagi mereka yang mencoba berseberangan jalan.

Politik tanpa Oposisi ?

burung-kondorApa jadinya negara  tanpa oposisi? Maka bisa jadi, kekuasaan akan mengarah pada tirani.

Saya membaca keinginan besar, dibalik strategi politik Jokowi yang menghabisi hampir semua kekuatan opisisi yang  kini tinggal menyisakan gerindra seorang diri, adalah sebuah hal yang juga mengancam demokrasi.

Dimana pemerintahan, bisa jadi berjalan tanpa kontrol .Padahal, sudah seharusnya kekuatan oposisi tetap mesti terpelihara, sebagai cara merawat demokrasi, dimana kekuasaan tidak berlangsung absolut pada eksekutif atau kepala negara.

Apalagi saya juga melihat, ada begitu banyak para jokowi lovers yang bermental layaknya para tiran. Dimana mereka dengan semena-mena menuduh siapapun yang mencoba mengkritik pemerintahan, sebagai pihak pendukung prabowo, penyokong rezim kapitalis dan militeristik, rasis,orbais, pokoknya mereka yang berbeda adalah manusia-manusia yang layak di bully di media sosial.

Inilah dilema menurut saya, ketika seorang presiden dan kabinetnya, beserta pada pendukungnya,selalu adalah ‘Maha Benar’ dan Fahri Hamzah selalu salah! Padahal, faktanya hampir dua tahun pemerintahan ini, kita belum melihat hal-hal yang signifikan dimana ‘negara benar-benar hadir di tengah-tengah rakyat’!

Mari kita jujur menilai, bagaimana implementasi program undang-undang desa yang masih kacau balau? perlindungan BPJS kesehatan yang penuh mafia rente?Indikator kesejahteraan yang juga tidak beranjak semakin baik? atau dollar yang terus menguasai rupiah? Kekerasaan antar warga negara dan pemeluk kepercayaan yang tak juga berhenti, bahkan terorisme yang kini muncul didepan mata!

Masihkah kita bisa mengatakan Jokowi selalu benar, dan Fahri Hamzah selalu salah ?

Soalnya memang pada sisi mana kita jujur dalam melihat dan menilai, karena sebagai warga negara yang juga bayar pajak,menaati undang-undang dasar , serta mengakui pancasila sebagai dasar negara, kita juga berhak untuk bersuara menyampaikan pendapat dan pandangan kita atas realitas yang nampak, termasuk melakukan kritik bagi mereka yang dipercayakan dalam mengelola negara.

Seperti juga Fahri Hamzah, yang juga punya hak untuk memiliki sikap politik yang mungkin berbeda dengan rezim Sohibul Iman, yang sepertinya tidak sabar ingin merasakan hangatnya kekuasaan, dan bosan dengan  dinginnya kehidupan sebagai warga  partai oposan.

 

 

 

Iklan

2 tanggapan untuk “‘Fahri Hamzah, dan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan Jokowi’

  1. Bagus akh, kapan2 kita kopdar lah… Alumni Kammi satu thn ini sedang konsolidasi dan sudah ada wadah Keluarga Alumni KAMMI. Mungkin antum bisa bersinergi dg alumni lain…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s