‘Ahok, Sunny, Aguan, dan Kisah 9 Naga’

sunny-atur-pertemuan-ahok-dan-aguan-800-2016-04-12-094557_0

Nama, Sunny Tanu Wijaya mendadak menjadi populer setelah dirinya masuk daftar cekal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus pembahasan raperda reklamasi teluk Jakarta yang  penuh kontroversi, karena melibatkan sejumlah kalangan dari beragam latar belakang.

Lantas siapa Sunny Tanu Wijaya ini ? Karena penasaran, saya melakukan penelusuran singkat dari berbagai sumber baik lewat media cetak maupun online tentang sosoknya.

Saya akhirnya mendapatkan beberapa penjelasan, mulai dari status Sunny yang rupanya seorang  mahasiswa program doktoral dari Amerika, yang katanya sedang mengambil disertasi tentang ‘gaya politik Ahok’.

Pekerjaan Sunny, sebelum menjadi bagian dari staf khusus Ahok adalah peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) sebuah lembaga think tank yang begitu berkuasa dalam mendesain berbagai kebijakan pembangunan di masa orde baru.

Sampai keterangan, bahwa sunny pernah bekerja di perusahaan pengusaha kaya Peter Sondakh, asal menado, yang juga bos  PT Rajawali Corporation (RC) yang dikenal sebagai pemilik sejumlah hotel mewah dan televisi, serta tentu saja cukup akrab dengan lingkaran cendana pada masa lalu.

Dari latar belakang tersebut, nampaknya Sunny memang bukan sosok biasa, anak muda ini memiliki kemampuan membangun jejaring dan relasi dengan para pengusaha dan politisi besar, bukan sekedar seorang peneliti biasa, apalagi hanya mahasiswa program doktoral yang hendak menyelesaikan disertasi.

Sebagaimana diakui sendiri oleh Basuki Tjahaja Purnama, Suny memang sejak dahulu dekat dengan dirinya, bahkan menjadi bagian dari staf khusus yang mengantur jadwal ketika Jokowi-Ahok, melakukan kerja-kerja politik pemenangan pada pilgub DKI di tahun 2012.

Sunny juga dalam berbagai pernyataan Ahok, sering diceritakan sebagai orang yang dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah kalangan pengusaha, apalagi dari latar belakang sunny yang merupakan sepupu dari istri Franky Oesman Widjaja, anak dari bos Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja. 

Sunny seorang lobbyist

Sunny, hanyalah satu dari ribuan anak muda negeri ini yang berada di arus magnet kekuasaan. Ibarat medan magnet, kekuasaan memang punya daya tariknya sendiri. Apalagi jika kekuasaan itu dalam wujud kekuasaan politik pemerintahan, seperti posisi sunny yang berada lingkaran gubernur Jakarta yang merupakan ibu kota negara.

Dekat dengan orang nomor satu Jakarta tentu bukan hal biasa, karena Jakarta adalah tempat segala bisnis besar dan kekuasaan politik negara diputuskan, tentu daya tariknya begitu besar dan dahsyat.

Dengan latar belakangnya yang memiliki relasi  atas kalangan politisi dan pengusaha, sunny sebenarnya menjalankan praktek dan kerja-kerja layaknya seorang lobbyist. Profesi yang dilakukan oleh Sunny  adalah hal yang sah secara hukum di Amerika.

Dimana para lobbyist di negeri paman sam, dipekerjakan oleh kelompok-kelompok kepentingan untuk memajukan kepentingan mereka dalam sebuah undang-undang atau kebijakan pemerintah. Umumnya yang menjadi lobbyist adalah bekas politisi, bekas pegawai Kongres, atau bekas operator politik/organisator kampanye, seperti Sunny.

Seorang lobbyist, selalu dibutuhkan karena mereka cukup mengenal siapa yang harus diajak bicara untuk menyelaraskan kepentingan mereka. Hasil kerja mereka, bisa mempengaruhi kebijakan pemerintahan atau UU yang ditelorkan oleh Kongres.

Menurut saya, itulah posisi yang dijalankan oleh sunny selama ini, menjadi mediator antara kepentingan politik dan bisnis, baik oleh pihak diluar pemerintahan dan kepentingan Basuki Tjahya Purnama sebagai representasi kekuasaan di dalam pemerintahan.

Sunny ibarat sebuah pintu masuk, yang menghubungkan relasi para pengusaha dan pengambil kebijakan. Apakah kebijakan itu berhasil atau tidak? mampu mempengaruhi atau tidak? Semuanya, tentu tergantung pada kemampuan Sunny meyakinkan kedua belah pihak.

Ahok, Sunny dan kisah 9 Naga.

ilustrasi-Aguan-333x227
Aguan sumber foto ;www.tigapilarnews.com

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa sebuah kekuasaan formal pemerintahan, senantiasa memiliki bayangan kekuasaan diluarnya, atau yang sering disebut sebagai shadow government. Wujudnya bisa beragam relasi, baik itu politik, bisnis, maupun hubungan darah atau klan keluarga.

Para aktor shadow government, memiliki kemampuan untuk mengatur jalannya pemerintahan formal diluar struktur resmi pemerintahan. Dalam kasus Ahok, desas desus ini sudah lama terdengar, akan keterlibatan sejumlah nama besar salah satunya Aguan Sugianto Atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Aguan’ yang juga telah masuk daftar cekal KPK.

Siapakah Aguan ? saya mendengar nama itu sejak beberapa tahun silam dari salah seorang pengusaha di Jakarta. Menurut banyak sumber, Aguan adalah guru Tomy Winata bos Artha Graha.

Aguan sendiri, adalah pemilik perusahaan developer besar di indonesia raja property, Agung Sedayu group. Nama aguan, bukanlah nama baru dalam dunia bisnis indonesia, aguan kerab dihubungkan dengan 9 naga, sebuah kelompok jaringan bisnis yang selama masa orde baru senantiasa disebutkan sangat berpengaruh dilingkaran utama cendana.

Kelompok 9 naga, adalah kelompok yang menguasai gurita bisnis yang begitu besar di indonesia, dari property, makanan, otomotif, minyak, pertambangan, serta berbagai sektor bisnis sterategis lainya.

Melihat latar belakang Aguan dan Sunny yang kini melingkari ahok dalam kasus reklamasi teluk jakarta, maka kita semakin mudah untuk melihat bayang-bayang yang mengitari Ahok selama ini. Setidaknya, empat penanda utama mulai terbuka CSIS, Sunny,  Aguan, serta kisah 9 naga.

Apakah mereka terbukti bersalah? Kita tunggu apa yang akan dilakukan oleh KPK?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s