My Stupid Boss, dan sosok yang Saya Kenali

1460892161_maxresdefault

Sudah lama saya tidak menonton sebuah film drama komedi, yang membuat saya tertawa dari awal sampai akhir film. Dan kali ini, saya mesti mengakui sangat terhibur oleh film ‘My Stupid Boss’, yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (BCL).

Ada tiga alasan, mengapa saya sangat ‘terhibur’ oleh Film produksi Falcon Pictures ini. Pertama, saya seolah menyaksikan kembali cerita kehidupan dan karakter seseorang  di dunia nyata yang sangat saya kenali, lewat sosok Bossman yang diperankan Reza Rahardian.

Karakter Bossman  yang super pelit, selalu curiga, suka meneror mental para karyawannya, berprinsip bos selalu benar, dan setiap keinginan yang dia ingingkan itu harus tercapai, dengan prinsip Impossible We Do Miracle We Try, adalah karakter yang sama dari seseorang yang saya kenali itu.
Demikian pula, sisi paradoks dari diri si bos, manusia yang sebenarnya juga lembut hatinya, peduli kepada sesama, senang membantu panti asuhan, serta tentu saja punya banyak ide kocak dikepalanya. Sungguh dari pengamalan pribadi saya, sekali lagi sosok itu adalah nyata adanya dan saya mengenalinya dengan baik!

Saya bahkan menaruh  curiga, film My Stupid Boss yang katanya diadopsi dari novel dengan judul yang sama yang diambil dari pengalaman pribadi penulisnya, adalah cerita tentang sosok yang sama dengan yang saya kenal, mungkinkah sang penulis novel menuliskan kisah dari kehidupan orang yang sama yang saya kenali ? He..he..he

Karena sejumlah hal detail dalam film itu, dari kondisi kantor, sampai alasan dibalik kacaunya  rekruitmen karyawan, sekali lagi mengingatkan saya pada latar kehidupan si Bossman.

Kedua, selain karena alasan kemiripan alur cerita dengan pengalaman personal saya, film yang mengambil setting di Malaysia ini, menjadi menarik karena berhasil keluar dari berbagai pakem cerita melodramatik khas  sinetron atau serial MTV, dimana ada seorang karyawati yg awalnya benci pada si bos, akhirnya justru saling jatuh cinta.

Film ini tidak menawarkan kisah percintaan seperti itu. Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (BCL) yang dalam film Habibi-Ainun adalah pasangan kekasih abadi, dalam film ini keduanya tidak sedang jatuh cinta. Diana yang diperankan oleh BCL, adalah karyawati yang sudah menikah dan suaminya adalah sahabat si Bossman, demikian juga si bossman yang punya istri kaya.

Ketiga, menurut saya film ini menjadi sangat menghibur karena berhasil mengeksplorasi sisi komedi secara natural, tanpa kesan lucu yang dibuat-buat, sebagaimana kebiasaan film gendre drama komedi Indonesia, yang justru membuat penonton menjadi kehilangan selera tawa.

Dialog, ekspresi kemarahan, ataupun tawa, dan alur cerita yang hanya berputar pada kehidupan kantor dan sisi kehidupan pribadi si Bossman dan keraninya (panggilan untuk Diana, sebagai kepala adimistrasi) berhasil menyajikan potret realitas kehidupan kelas menengah khas perkotaan.

Bagi para orang tua, tenang saja menurut saya film ini aman bagi semua usia dan mazhab. Karena tanpa belahan, dan tonjolan, serta tentu saja tanpa ciuman dan adegan ranjang sebagaimana kebiasaan wajah film komedi atau film horor Indonesia selama ini.

Karena hal itu, saya menduga mengapa film ini cukup diterima di Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Bahkan menurut beberapa sumber menyebutkan, sampai kemarin sejak diputar serentak pada 19 mei yang lalu,  penontonnya sudah mencapai tiga ratus ribu orang.

Sepertinya sang sutradara sekaligus penulis skenario upi avianto yang namanya masih asing bagi saya, telah berhasil menjawab keraguan sejumlah pihak akan animo penonton yang katanya akan berkurang karena pada saat bersamaan di bioskop sedang di putar film X-Men: Apocalypse, justru menjadi terbalik.

Dari yang saya saksikan antrian pentonton disalah satu bioskop di kota Makassar cukup panjang untuk menonton film ini, sama seperti yang lainnya, saya dan hampir semua penonton dari awal sampai akhir film memang terus tertawa.

Entah karena menertawai diri sendiri, karena mengenal dan mungkin pernah berinteraksi dengan sosok-sosok seperti Bossman atau menjadi bagian dari karyawan seperti Diana, Mr. Kho, Norahsikin atau azhari.

Sungguh ini sebuah pengalaman menonton yang baru bagi saya, karena seolah-olah sedang menyaksikan potret kehidupan orang yang sama yang saya kenali lewat sebuah film. Selamat menonton, semoga terhibur!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s