Demokrat, Melawan Politik Bumi Hangus!

 

13419239_252968691740089_2760960843909464407_n
Ata Radjak berbaju putih bersama pengurus demokrat sulteng

“Menolak intervensi kekuasaan dalam tubuh parpol bukan karena kami takut , tapi cara-cara itu mengkerdilkan demokrasi”!

(Ata Radjak)

Kalimat bernada sindiran itu, keluar dari mulut bung Ata Radjak, sekertaris demokrat sulawesi tengah. Dirinya meradang, sebagai kader partai yang sangat mencintai partainya, naluri politiknya berkata ‘aroma kekuasaan sedang mengincar Demokrat’ sebagaimana Golkar dan PPP, yang telah berhasil dipecah belah dan akhirnya dipaksa tunduk pada rezim kekuasaan.

Kecurigaan sekertaris demokrat sulteng itu, bermula dari kasus dilaporkannya SBY sebagai ketua umum demokrat dan Hinca Panjaitan sekjen demokrat, oleh Yanrizal Usman, salah seorang kader demokrat jawa barat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan alasan perbedaan isi AD/ART hasil kongres dengan yang didaftarkan pada kementerian.

Bagi Ata, dan sejumlah kader demokrat lainya, gerakan Yanrizal Usman tersebut adalah cara untuk membawa demokrat dalam pusaran konflik, yang membuka ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi atas partai demokrat yang memang memilih jalan di luar pemerintahan.

Apalagi, tuntutan yang diajukan oleh Yanrizal Usman, memang terbaca sangat politis yakni membekukan segala kegiatan DPP Demokrat, sampai proses peradilan selesai. Inilah yang membuat Ata Radjak dan kader demokrat lainya segera bereaksi, dengan menyatakan sikap tegas, agar mereka yang ingin menggerogoti partai segera dibersihkan!

***

Berkaca pada nasib golkar, memang bukan tidak mungkin demokrat adalah target selanjutnya. Posisi strategis Partai Demokrat yang berada pada urutan ke-empat pada pemilu 2014 yang lalu, dan berhasil meraih 61 kursi atau 10,9 persen kursi di DPR bisa jadi dipandang cukup merepotkan pemerintah.

Kedua, tak bisa dipungkiri sindrom politik rindu SBY kini kembali menguat. Apalagi, dalam tradisi politik di indonesia selama ini, partai oposisi dengan patron figur yang kuat cenderung akan kembali mendapatkan dukungan pemilih. Sebagaimana PDIP dimasa lalu yang pernah berkuasa, lalu dikalahkan oleh Demokrat sebagai pemenang pemilu 2009, dan pada pemilu legislatif 2014 PDIP kembali menang, bukan tidak mungkin keadaan akan kembali berbalik pada pemilu selanjutnya.

Soalnya, memang kembali pada kinerja pemerintahan dari rezim Jokowi-JK sendiri. Jika pemerintah belum mampu menunjukan perbaikan signifikan bagi persoalan kongkrit yang dihadapi rakyat, dan belum bisa melebihi pencapaian rezim sebelumnya, selama itu pula demokrat tentu akan tetap menjadi ancaman bagi PDIP. Apalagi, demokrat memang masih punya SBY, yang pernah dua priode sebagai presiden.

***

Jika ada beban masa lalu demokrat, tentu saja adalah persoalan kasus korupsi oleh sejumlah kadernya. Inilah hal yang selalu digunakan oleh lawan-lawan politik demokrat utamanya PDIP dan sejumlah media pendukung pemerintah, untuk menyerang partai demokrat.

Padahal jika berkaca dari fakta yang ada, kasus korupsi juga melanda sejumlah kader partai termasuk PDIP. Soalnya, kembali pada arus media dan perang media sosial yang selama ini masih gagal dikelola dengan baik oleh internal partai demokrat.

Memang, tangung jawab pembenahan internal yang paling besar yang harus dilakukan partai demokrat adalah mewujudkan partai yang bersih, serta kemampuan bermain di arena media baru adalah pekerjaan rumah bagi demokrat jika ingin kembali tampil sebagai pemenang.

Tentu saja, kemampuan dan kecakapan SBY sedang di uji kali ini untuk mempertahankan soliditas partai ketika berada diluar pemerintahan. Inilah ujian yang dihadapi oleh demokrat dalam beberapa tahun kedepan, sesuatu yang harus bisa dibuktikan dengan kerja dan program kongkrit kepartaian yang mampu menyentuh rakyat dari pusat sampai daerah.

Termasuk, kemampuan untuk bertahan ditengah serangan dari rezim kekuasaan yang cenderung senang dengan politik bumi hangus, sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh SBY dimasa lalu sebagai seorang demokrat!

Namun saya yakin, selama demokrat mampu menunjukan dirinya memang bisa berbenah menjadi partai yang bersih dan selama masih ada kader demokrat yang berani menjaga marwah partai demokrat seperti bung Ata Rajak, selama itu saya yakin demokrat akan terus berdiri sebagai kekuatan politik yang di perhitungkan di negeri ini!

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s