Catatan kecil, untuk Bapak Gubernur Sulawesi Tengah

 

13445786_10201601126786599_6578092335728349672_n
Sumber Foto : Facebook Haris Kariming (Biro Pers Istana)

Sebagai putra daerah yang ari-arinya ditanam di Sulawesi Tengah, pertama-tama, saya pribadi maupun atas nama lembaga kami Indonesia Development Engineering Consultan (IDEC) mengucapkan selamat kepada bapak Gubernur Longki Djanggola dan Bapak Wakil Gubernur Sudarto, untuk pelantikannya di priode kedua 2016-2021.

Sungguh, saya bersama teman-teman IDEC, mengikuti, mengetahui, dan terus memantau bagaimana hari demi hari dinamika politik selama pemilihan gubernur yang belum lama usai, pada 9 desember 2015 yang lalu.

Dari apa yang saya ikuti, memang Pilgub Sulteng yang lalu, penuh drama pergulatan perasaan, emosi, dan tentu saja adu strategi, sebagaimana lazimnya sebuah proses politik yang biasa terjadi. Saya yakin, baik bapak gubernur sebagai kandidat petahana, maupun bapak Rusdy Mastura sebagai mantan penantang, telah mafhum proses politik kini sudah usai dan  kita sedang memasuki tahapan selanjutnya.

Tahapan, ketika hasil dari proses politik itu dilanjutkan dengan pembuktian kerja-kerja nyata pemerintahan. Rakyat Sulawesi tengah dari palu sampai banggai laut, kini sedang menantikan langkah selanjutnya, dari apa yang akan dilakukan oleh bapak Gubernur dan Wakil Gubernur di priode kedua pemerintahan.

***

Sebagai rakyat sulawesi tengah, yang hampir selama 10 tahun terakhir bergelut dengan berbagai penelitian sosial-ekonomi dan politik, di hampir semua kabupaten- di provinsi sulawesi tengah, saya dan teman-teman IDEC cukup paham bagaimana rasanya menjadi warga provinsi ini, melewati jalan rusak sepanjang Tomata-Beteleme di morowali utara, terhempas ombak lautan pulau salakan banggai laut, dan banggai kepulaan.

Menyaksikan tatapan bingung warga Poso atau kabupaten sigi, mengapa harus ada konflik dan teroris? Atau sorot mata yang penuh harap, dari rakyat Tojo una-una, Toli-toli, maupun Donggala yang punya potensi parawisata namun belum terkelola dengan baik. Serta tentu saja, menyakiskan berbagai mimpi petani dan nelayan di Parigi- Moutong. Atau panasnya perbincangan warung kopi di bawah garis katulistiwa kota palu.

Semuanya sekali lagi, sedang menantikan apa dan bagaimana akselerasi priode kedua bapak Gubernur dan Wakil gubernur.

***

Dari hasil penelitian kami selama ini, sebagaimana yang telah pula dipesankan oleh bapak Presiden dalam sambutannya pada pelantikan bapak Gubernur dan Wakil Gubenur, memang ada beberapa catatan yang menjadi pekerjaan rumah bapak gubernur di priode kedua kali ini.

Pertama, persoalan infrastruktur. Dari apa yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, memang melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di sulawesi tengah yang luasnya 61.841,29 km², yang jauh lebih besar dari sulawesi selatan (46.717 km), memang tidaklah semudah membalikan telapak tangan.

Tanah di sulawesi tengah yang labil membuat jalan-jalan kita mudah rusak, apalagi panjang jalan di provinsi kita, merupakan jalan terpanjang di pulau sulawesi dengan panjang 2.700 kilometer, demikian pula panjang garis pantai Sulawesi Tengah sekitar 4.013 km dengan jumlah pulau sebanyak 1.142 buah.

Membangun konetivitas infrastruktur transportasi, dengan keadaan geografis yang sulit ini, baik darat, laut, dan udara antar kabupaten, kecamatan, dan desa memang bukan hal gampang dilakukan.

Namun saya yakin, bapak gubernur bisa mewujudkannya dengan mendorong bahkan kalau perlu mendesak, para bupati dan walikota untuk mempercepat konektivitas infrastruktur diwilayah mereka, yang sama artinya membangun konektivitas di sulawesi tengah!

Bapak Gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat, harus marah pada bupati yang lebih sibuk memburu gelar kehormatan yang tidak punya hubungan dengan urusan infrastruktur dan urusan perut rakyat, demikian pula, saya rindu tatapan tajam penuh selidik dari bapak Gubernur yang pernah saya liat semasa menjadi bupati parigi-mautong, kepada para birokrat yang hanya sibuk memperkaya diri sendiri.

***

Selain persoalan konektivitas infrastruktur transportasi, persoalan infrastruktur lainya yang juga menjadi agenda mendesak di sulawesi tengah adalah persoalan ketersediaan energi listrik. Tak akan ada industri besar, tanpa jaminan ketersediaan listrik yang mencukupi!

Padahal, sulawesi tengah punya segalanya sebagai sumber daya energy listrik daerah, kita punya matahari katulistiwa yang bisa menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Kita punya Air yang mengalir dari sungai-sungai kita yang bisa dibangun PLTA, kita punya potensi energy panas bumi .

Namun, mengapa masih banyak kampung-kampung di provinsi kita, tak teraliri listrik, bahkan rumah,  pusat pertokoan dikota palu masih sering gelap gulita? Mungkin karena kita belum punya PLN yang cakap, dan dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) yang lincah!

***

Kedua, Citra daerah Konflik dan Kekerasan. Ketika bertemu dengan orang dari luar sulawesi tengah, ketika mendengar provinsi kita, maka bayangan mereka sulawesi tengah adalah daerah subur bagi konflik, kekerasan, atau bahkan sarang terorisme.

Mungkin kita bisa berdalih, itu hanyalah frame media, bukan kondisi sebenarnya. Namun, frame tersebut, suka tidak suka telah terlanjur tertanam di benak banyak orang.

Untuk itu, saya percaya wacana harus dilawan dengan wacana. Kita membutuhkan para Public Relation (PR) yang cakap, yang mampu menampilkan wajah sulawesi tengah yang berbeda.

Sulteng yang punya taman nasional lore lindu yang menjadi cagar biosfer dunia, kita punya pulau Togean, Air terjun Saluopa, atau tempat penyu Pulau Pasoso, serta sejumlah destinasi wisata lain yang menarik. Selain itu, kita juga harus lebih mampu menjelaskan kepada para investor untuk berani menanamkan modalnya dan membuka lapangan kerja di daerah ini.

Kekayaan alam, dari lautan kita, tanah petanian dan perkebunan, masih teramat luas.Kita juga adalah ‘provinsi tambang’ dari batu kerikil, sampai emas dan nikel masih belum terkelola baik.

Dan jangan lupa, provinsi kita a telah ditetapkan sebagai Kawasan Eknomi Khusus, untuk itu tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi disulawesi tengah, biar konflik yang tidak produktif, tidak perlu lagi terjadi dan rakyat bisa bekerja.

Namun, itu semua bisa menarik investasi, jika jajaran birokrasi harus tampil professional dan akuntabel,  agar pengusaha yang datang benar-benar kredibel dan peduli lingkungan, karena saya yakin pengusaha hitam, hanya bisa berkuasa jika  bertemu dengan birokrat korup!

***

Ketiga, membenahi SDM. Pekerjaan berat lainya bapak Gubernur dan jajaran pemerintah Provinsi, adalah mendorong sumber daya manusia kita yang unggul dan berkualitas. Untuk itu, kita membutuhkan guru dan pengelola pendidikan yang cakap, agar dapat melahirkan siswa yang berkualitas, untuk pendidikan sulawesi tengah bisa maju dan terdepan.

Karena kini, dunia sedang berada pada era baru, generasi baru, yang disebut sebagai Native generation. Sudah waktunya pendidikan dikelola berbasis pendidikan moderen, Smart provinsi, untuk sulteng smart.

Memang, sekali lagi tidak mudah, namun bukankah bapak gubernur mampu mengurangi angka kemiskinan dari 16,04 persen pada tahun 2011 menjadi 14,07 persen pada tahun 2015? Berhasil mendorong rata-rata pertumbuhan ekonomi hingga 9,91 persen?

Bagi saya,itu sudah modal dasar, untuk lebih melompat di priode ke dua!

Tabe, salandoa kita pura!

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Catatan kecil, untuk Bapak Gubernur Sulawesi Tengah

  1. Ini yang menjadi catatan penting saya….

    1.Ketika bertemu dengan orang dari luar sulawesi tengah, ketika mendengar provinsi kita, maka bayangan mereka sulawesi tengah adalah daerah subur bagi konflik, kekerasan, atau bahkan sarang terorisme.

    2.Namun, itu semua bisa menarik investasi, jika jajaran birokrasi harus tampil professional dan akuntabel, agar pengusaha yang datang benar-benar kredibel dan peduli lingkungan, karena saya yakin pengusaha hitam, hanya bisa berkuasa jika bertemu dengan birokrat korup!

    3.Karena kini, dunia sedang berada pada era baru, generasi baru, yang disebut sebagai Native generation. Sudah waktunya pendidikan dikelola berbasis pendidikan moderen, Smart provinsi, untuk sulteng smart.

    4.dari saya jalani Program yang transparan,jujur ,Bersih Jauh dari pola Korupsi Kolusi dan Nepotisme dan selalu berpegang teguh pada Sumpah Jabatan.
    Maka semua akan berjalan baik…🙏🏼😀👍👏 salam Semangat..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s