Hidayat Lamakarate yang Saya Kenal?

Apa yang anda  bayangkan tentang sosok Pegawai Negeri Sipil?

Seorang sahabat saya langsung menjawab dengan nada sinis. Katanya, setiap melihat sosok PNS dirinya langsung teringat sebuah iklan rokok yang menggambarkan lelaki bertubuh gemuk, kepala botak, berpakaian dinas dan stempel di tangan, plus asbak besar di meja, beserta tumpukan berkas yang menggunung.

Dengan mantra kata-kata  yang selalu berulang;  “Kalau bisa dipersulit untuk apa dipermudah?”

Gambaran iklan tersebut, mungkin  mewakili perasaan dan pandangan banyak orang Indonesia selama ini, tentang prototipe sosok dan wajah dunia birokrasi yang dijalankan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini dikenal dengan istilah baru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebagai rakyat biasa, terkadang sebelum mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan dan berinteraksi dengan aparatur birok14358823_10209604781988307_9087482019062618632_nrasi, pikiran kita sudah dibuat takut dan lelah.  Membayangkan betapa membosankannya melalui meja ke meja, pintu ke pintu, dengan wajah para penghuninya yang tak ramah.

Namun, pikiran saya tentang sosok birokrat seperti penjelasan kawan saya itu, sudah berubah sejak lima belas tahun lalu.

Ketika untuk pertama kali, saya bertemu dengan sosok birokrat muda yang gagah, ramah, berani, pekerja keras, serta mampu tampil sebagai pengayom sekaligus pamong di tengah masyarakat.

Itulah kesan saya, ketika berkenalan dengan lelaki yang bernama Hidayat Lamakarate (HL). Kesan yang mengubah pandangan saya melihat dunia kepemimpinan birokrasi dan sosok para PNS daerah.

Dari mengenal seorang Hidayat Lamakarate, saya menemukan perspektif berbeda bahwa seorang PNS, tidak selamanya memiliki prototipe seperti gambaran lelaki dalam bayangan iklan rokok dan pikiran sahabat saya tersebut.

Ternyata dari rahim Korps Pegawai Negeri Sipil (KORPRI), bisa pula melahirkan sosok yang berbeda, sosok pemimpin yang kelak saya yakini mampu menggerakkan daerah dengan latar belakang yang berbeda dari sejumlah model kepemimpinan daerah yang kini sedang populer dan dipandang menginspirasi.

Karena, jika Solo punya Jokowi yang belatar belakang pengusaha lantas mampu memajukan Solo dan akhirnya menjadi Presiden, Ridwan Kamil seorang arsitek dan konsultan yang bisa menata Bandung, Tri Rismaharini dari Surabaya, atau Ahok di Jakarta dan Prof. Nurdin Abdullah di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, menurut saya Sulawesi Tengah ke depan punya seorang Hidayat Lamakarate.

Hidayat Lamakarate yang Saya Kenal?

13241249_10208357484951885_3926778995698443470_n

Lelaki kelahiran Palu, 8 Oktober 1970 ini masih tergolong muda untuk sejumlah karir dan karya yang pernah diraihnya. Pernah menjadi camat, Sekertaris Dewan, Kepala Dinas Kebersihan Kota Palu, Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Sulawesi Tengah, Pelaksana Tugas Bupati Banggai Laut, sampai Pelaksana Jabatan Walikota Palu dan kini menjadi Ahli Pemerintahan Gubernur Sulawesi Tengah.

Karir yang cepat, seimbang dengan sejumlah karya yang pernah dibuatnya selama ini. Saat menjadi kepala dinas kebersihan misalnya, seorang Hidayat Lamakarate mampu berkolaborasi dengan kelompok pemuda dan mahasiswa, bahkan menggerakan pihak swasta untuk terlibat gerakan Green & Clean yang berbuah Sertifikat Adipura.

12400833_10205681279615322_7140629723189030813_n

Uniknya, Green & Clean yang dipeloporinya berjalan tanpa menggunakan anggaran pemerintah, namun murni melalui gerakan kolaborasi bersama dengan memanfaatkan energi kelompok muda, pihak swasta, maupun warga biasa yang yakin bahwa kita harus melakukan sesuatu.

Demikian pula, ketika menjadi pelaksana tugas bupati kabupaten termuda di Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Banggai Laut, alumni Pasca Sarjana Jurusan Admistrasi Publik Universitas Hasanuddin ini, mampu membangun infrastruktur kabupaten tersebut dengan sangat cepat, meletakan dasar pembangunan bagi kabupaten terjauh dan terluar di Provinsi Sulawesi Tengah, sekaligus membuat rakyat Banggai Laut jatuh cinta yang pada dirinya.

Ketika menjadi Walikota Palu, walau hanya lima bulan, seorang kawan birokrat yang juga aktivis pemberdayaan di Kota Palu, Ibnu Munzir berkata kepada saya, “Lima bulan saya dibuat lelah dengan aksi beliau, lima bulan sungguh berarti dan berkesan bagi kami”!

Matahari Khatulistiwa, catatan perjalanan dan gagasan birokrat zaman Baru

Apa yang dilakukan Hidayat Lamakarate adalah inspirasi bagi banyak orang terutama generasi dari Kawasan Timur Indonesia. Bahwa dari rahim ibu pertiwi, masih melahirkan sosok pemimpin berkarakter yang bisa membawa matahari harapan di tengah pesimisme atas elit-elit politik dan pemerintahan yang selama ini berkuasa.

Melawan bayangan buruk tentang sosok birokrat selama ini yang identik dengan rente, lamban, dan bertele-tele. Hidayat Lamakarate adalah lambang birokrat zaman baru yang tidak lagi sama dengan bayang wajah aparatur sipil negara selama ini.

Berdiskusi dengan dirinya, saya menjadi lebih optimis untuk melihat negara ini. Menjadi lebih yakin, bahwa dari dunia birokrasi masih ada sosok yang bersih, jujur, dan berani serta berpikiran terbuka.

Dirinya kaya akan gagasan perubahan dan senang berdiskui tentang hal-hal baru yang harus dilakukan. Bukan itu saja, Hidayat Lamakarate juga seorang eksekutor ulung yang senantiasa mampu bergerak dan bertindak cepat serta tepat.

Misalnya saja, ketika saya dan kawan-kawan berinisiatif mengawal isu ‘Sulteng Terang’ sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik yang berkepanjangan oleh PLN.

Hanya karena terpanggil sebagai bagian dari warga Sulawesi Tengah, walau hal tersebut jauh dari kewenangannya sebagai staf ahli pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate segera bergerak, mencari akar persoalan yang sebenarnya.

Ternyata soalnya bermuara pada persoalan pembebasan lahan warga di Kabupaten Sigi yang dilewati oleh jalur transmisi listrik dari Sulewana-Silae.

Dirinya turun langsung bernegosiasi dengan pihak PLN, warga pemilik lahan, dan pemerintah Kabupaten Sigi, untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan sabar. Hasilnya jaringan listrik terpasang, krisis listrik berkurang, dan sulteng sedikit lebih terang.

Sebagai manusia biasa, Hidayat Lamakarate tentu punya kekurangan. Karena tidak ada manusia yang sempurna, namun sosoknya adalah cahaya inspirasi bagi banyak anak muda sulawesi tengah termasuk saya pribadi.

Itulah  sosok Hidayat Lamakarate yang saya kenal! 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s