‘Sesat Pikir Ahok Soal Teori’

 

058834600_1484318771-20170113-debat-cagub-dki-2017-ahok-ff7

 

Saya tersentak, ketika Ahok pada  debat calon gubernur DKI  kemarin dengan lantang kurang lebih berbicara seperti ini ; “Kalau membangun manusia tanpa benda mati itu ibarat teori, dosen ngajar di kampus tapi nggak ada action”!

Pernyataan lengkap tersebut bisa pula dibaca disini;

https://news.detik.com/berita/d-3395777/debat-panas-ahok-vs-dosen-anies-baswedan

Menurut saya, pernyataan Ahok tersebut adalah bentuk dari sesat pikir.Sesat pikir sendiri memiliki pengertian kesalahan dalam penalaran. Penalaran ‘salah’ merupakan penalaran yang menggunakan argumentasi yang tidak logis atau argumentasi yang menyesatkan.

Dari pernyataan  tersebut, terdapat dua  kesalahan penalaran yang dilakukannya.

Pertama, adakah teori yang menyatakan dalam membangun manusia tidak diperlukan benda mati atau pembangunan fisik?

Sebagaimana argumentasi Ahok sendiri yang menekankan bahwa, ‘membangun manusia tanpa benda mati ibarat teori’?

Karena sepengetahuan saya, dalam sejumlah teori baik dalam rumpun ilmu sains maupun humaniora dan utamanya dibalik tujuan berdirinya republik ini, telah jelas tertera visi besar negara indonesia  yakni ‘bangun badannya, bangun jiwanya’! 

Kalaupun ada, teori mana yang bisa ditunjukan Ahok atas pernyatannya tersebut?

Kedua, benarkah para dosen dan kampus tidak mampu memberikan sumbangsih nyata ditengah masyarakat?

Terlepas dari konteks gagasan Anies yang memang terlalu abstrak dan cenderung bermain pada  narasi besar. Argumentasi yang dikemukakan Ahok, adalah sebuah bentuk overgeneralisasi.

Apalagi dalam tafsiran saya, Ahok seolah ingin menegaskan logika dangkal ; ‘ Bahwa para dosen adalah mereka yang hanya sibuk berteori dan tidak bisa berbuat hal-hal kongkrit ditengah kehidupan rakyat’.

Pemimpin dan Gagasan.

Jika Ahok pembaca yang tekun, pasti dirinya akan paham bahwa kemerdekaan indonesia adalah manifestasi dari gagasan. Negara ini, berdiri  salah satunya didorong oleh  kepeloporan dan kegelisahan para pemuda dan pemudi yang tercerahkan akan sejumlah teori yang menjelaskan betapa jahatnya praktek kolonialisme.

Negara ini dideklarasikan oleh para pendiri republik yang dirasuki mimpi tentang Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

Bukan sekedar cita-cita untuk mendirikan rumah susun, jembatan atau menggusur para pedagang kaki lima.

Gagasan besar di butuhkan oleh para pemimpin, apalagi bagi pemimpin sekelas ibu kota jakarta. Karena seperti kata teman saya, seorang gubernur sejatinya adalah mereka yang memiliki cita-cita peradaban, mereka yang mampu merumuskan kemana arah akan kebijakan serta sikap akan keberpihakan akan dijalankan.

Karena seorang gubernur bukanlah kepala dinas yang mengurusi instansi teknis atau layaknya bupati dan walikota yang bertangung jawab atas wilayah. Gubernur adalah representasi dari pemerintah pusat, sekalipun jakarta memiliki undang-undang kekhususan.

Penistaan Nalar Akademis

Ahok jelas telah menistakan nalar akademis. Seolah-olah, kampus serta teori adalah sesuatu yang terpisah dari alam realitas. Para dosen lewat pernyataanya, seolah-olah sekedar ‘mereka yang hanya pandai menjual pendapat untuk meningkatkan pendapatan’.

Padahal sejatinya, dosen, mahasiswa dan kampus adalah tempat bagi tumbuh suburnya sebuah nalar masyarakat ideal yang memiliki peran penting dalam membangun sebuah tatanan masyarakat yang baik.

Ataukah Ahok juga tidak  paham,  bahwa teori yang dinistakan berasal dari dua suku kata,  Theo yang artinya Tuhan dan ria yang artinya perenungan.

Dengan memisahkan keduanya dari mimpi tentang jakarta, Ahok sebenarnya sedang menghilangkan Tuhan dan perenungan dari roh ibukota!

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s