Ahlan Wa Sahlan, Paduka Raja Salman

 

091032000_1488094919-000_ix3mna

Ahlan Wa Sahlan yang mulia paduka raja Salman, selamat datang di negara kami. Sebuah negeri yang tentu saja tuan raja sudah begitu kenali, karena populasi umat muslimnya terbesar di dunia juga sebagai negara penyumbang quota haji terbanyak di seantero bumi.

Tuan raja pasti sudah tau data ini, bahwa hampir dua ratus ribu jamaah haji kami setiap tahun berkunjung ke negara tuan raja dan tidak kurang tujuh ratusan ribu orang, dalam kurun waktu setahun pergi menunaikan ibadah umroh.

Paduka juga pasti hafal kebiasaan penduduk kami yang selain gemar menunaikan ibadah haji dan umroh, orang-orang dari negara kami juga terkenal senang berbelanja oleh-oleh apapun dari negeri paduka raja.

Mulai dari teko, parfum, gelang tangan, sampai gelang kaki. Bahkan, saking fanatiknya ada yang coba nekat, membawa hadiah guntingan kain Hajar Aswad yang membuat heboh seluruh dunia.

Terlepas dari hal yang terakhir, soal kain hajar aswad itu.

Harus paduka akui, bahwa negara kami adalah negara yang cukup banyak kontribusinya bagi devisa negara tuan. Karena dari data yang ada, sebesar Rp 100,35 triliun kontribusi pendapatan negara tuan raja, bersumber dari jamaah haji yang 30 sampai 40 persenya berasal dari negara kami.

Coba tuan raja bayangkan, andaikan negara kami bangkrut dan rakyat kami jatuh miskin sehingga tidak bisa berangkat haji atau umroh, pasti negara tuan kena ibasnya bukan?

Karena itu, tuan raja harus banyak berbuat baik kepada negara dan rakyat kami. Tuan raja, harus memberi tau kepada rakyat tuan raja yang mempekerjakan orang-orang dari negara kami, bahwa para TKI kami juga adalah manusia.

Tolong saudara-saudara kami yang bekerja menjadi tenaga kerja asing di negara tuan, jangan diperlakukan seenaknya, dipukul, disiksa atau diperkosa. Na’udzubillahi mindzalik”, semoga Allah melindungi rakyat tuan yang suka menyiksa sesama mahluk Tuhan.

Tuan raja salman yang katanya baik hati,

Saya membaca dan menonton berita di media massa, serta mengikuti kehebohan di media sosial, katanya tuan akan pelesiran ke bali bersama seribu lima ratus orang anggota keluarga kerajaan beserta staf dan pelayan.

Tentu sebagai rakyat indonesia, saya senang akan berita ini.

Saya berharap, tuan beserta rombongan banyak-banyaklah belanja di negara kami saat berlibur. Jangan pelit, apalagi suka menawar barang dagangan sampai kami tidak punya untung, biar rakyat kami juga bisa menikmati uang arab.

Karena mohon maaf wahai baginda raja, entah ini stereotype atau memang karakter bawaaan, ada anggapan yang berkembang dan saya juga mempercayainya, bahwa orang-orang Arab pelitnya minta ampun, semoga tuan raja dan rombongan tidak seperti itu.

Tuan raja Salman yang baik hati,

Kalau boleh saran, sebaiknya tuan jangan hanya menikmati bali yang memang sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia. Tuan beserta rombongan, sebaiknya meneruskan perjalanan ke lombok. Disana, pantainya tidak kalah bagusnya dengan yang ada di bali.

Apalagi di lombok, sedangkan dikembangkan destinasi wisata halal berbasis syariah. Tentu jika tuan sekedar ingin berlibur dan menenangkan hati dari harga minyak dunia yang terus terpuruk dan keadaan timur tengah yang terus bergolak, lombok adalah pilihan destinasi alternatif karena selain bagus juga berlabel halal.

Sayang, jika tuan raja salman yang katanya adalah contoh kepala negara dimana syariat islam ditegakkan, harus ikut nimbrung di tempat wisata yang sudah pasti tidak sesuai syariat islam. Tempat dimana menurut Amrozi CS, harus dibersihkan karena menjadi sumber maksiat.

Menurut saya, tuan raja Salman harus mempertimbangkan saran saya ini soal kunjungan ke Lombok. Biar konsep parawisata halal juga mendunia. Sekaligus membuktikan bahwa tuan raja Salman, konsisten dalam perjuangan penegakan syariat.

Jika tidak, dugaan bahwa tuan raja Salman juga tidak terlalu peduli soal halal dan haram? Serta Gossip yang mengatakan bahwa keluarga kerajaan gemar pesta dan tari telanjang benar adanya? Jika itu yang tuan raja cari, memang semuanya ada dibali!

Masih banyak yang ingin saya tulis, tapi ah sudahlah maafkan kelancangan saya ini tuan raja Salman. Ahlan Wa Sahlan fi indonesia, selamat berbisnis dan berlibur.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s