Selamat Jalan Kak…

Kak, bagaimana harus aku kabarkan rasa duka ini? Ketika sudah terlalu banyak air mata kita tumpahkan bersama, begitu sering bahaya kita ambil berdua.  Selalu saja, derita kita tertawakan, begitu banyak persoalan kita permainkan…  Kini kau tinggalkan saya sendiri, tenang disana kak… 17/2017 hari kemerdekaan dari segala derita duniamu... ‘Dek, titip ketiga ponakan perempuanmu dan jaga … Lanjutkan membaca Selamat Jalan Kak…

Iklan

Gebuk dan Matinya Nalar sang Presiden

  Saya membaca berbagai media cetak dan online, lebih dari dua kali kemarahan Presiden Joko Widodo ditumpahkan dalam berbagai forum lewat bahasa ‘gebuk’. Kegeraman sang Presiden, katanya akibat berbagai tuduhan dan hoax di media sosial, bahwa dirinya selalu dihubung-hubungkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena penasaran, saya membuka kamus besar bahasa indonesia. Dalam kamus dijelaskan, … Lanjutkan membaca Gebuk dan Matinya Nalar sang Presiden

Pancasila Bukan Unit Kerja, Ah bung Yudi…

Bung, anda tentu paham tidak semua hal butuh definisi. Karena terkadang kita tetap butuh sesuatu yang abstrak, karena dari sana tafsir dan kritik  menjadi terbuka dan bisa punya banyak arti dan kita dapat belajar banyak makna. Apalagi, hal yang berhubungan dengan sesuatu yang besar. Selayaknya berbagai narasi agung, dari kisah ramayana sampai kitab kebijaksanaan salomo. … Lanjutkan membaca Pancasila Bukan Unit Kerja, Ah bung Yudi…

Persekusi dan Teror Jejaring Sosial

Pertama kali menonton rekaman persekusi di jejaring sosial yang dilakukan sekelompok orang dengan seragam ormas tertentu terhadap dokter Fiera Lovita, awalnya saya berpikir sekedar kabar Hoax. Karena penasaran, sayapun mencari berita dari sumber terpercaya, lalu akhirnya saya menemukan berbagai penjelasan tentang kebenaran peristiwa tersebut. Belum selesai keheranan saya atas aksi persekusi yang dilakukan terhadap dokter Lola, … Lanjutkan membaca Persekusi dan Teror Jejaring Sosial