Selamat Jalan Kak…

Kak, bagaimana harus aku kabarkan rasa duka ini? Ketika sudah terlalu banyak air mata kita tumpahkan bersama, begitu sering bahaya kita ambil berdua. 

Selalu saja, derita kita tertawakan, begitu banyak persoalan kita permainkan… 
Kini kau tinggalkan saya sendiri,
tenang disana kak…

17/2017 hari kemerdekaan dari segala derita duniamu…

‘Dek, titip ketiga ponakan perempuanmu dan jaga putramu yang juga putraku Ali Ridha Arsyad yang akan jadi pewaris keluarga kita, anak laki-laki satu-satunya yang kini kita punya’.

Itu pesan terakhir WhatsAppmu empat hari lalu. Firasatku sudah tidak tenang sejak itu, selalu terbayang wajahmu namun pikiranku selalu melawan, ‘Ah kau terlalu kuat untuk berhenti sekarang’!

28249_1286922742453_6580498_n

Kak, kita berdua mungkin adalah dua pribadi yang berbeda. Kau sosok yang mudah akrab dengan siapa saja, dari politisi, LSM, pengusaha, birokrat, penjual mie kuah, akademisi, pejabat elit sampai anak-anak sekolah teman putrimu. Sementara aku, ah sudahlah kau yang paling tau siapa adikmu ini.

Kita berdua punya aturan tidak tertulis selama ini, seluruh temanmu adalah kakak bagiku dan seluruh kawanku adalah adikmu. Itulah kenapa, mereka yang dekat dengan saya pasti akrab denganmu begitu juga sebaliknya.

Orang kadang bertanya melihat kita berdua, bagaimana bisa kakak adik begitu dekat seperti kita. Bisa makan malam berdua, bekerja dan kadang bisa saling berdebat. Mereka tidak tau saja, sejak kecil kita satu kamar. Sampai akhirnya kau menikah, barulah kita berpisah tempat tidur.

Namun setelah kau menikah, apakah kau berhenti mengurusku ? Tidak, kau adalah orang yang paling sibuk berpikir dan selalu berusaha terlibat dalam segala urusanku. Hal yang sebenarnya kau tau, paling aku benci namun selalu kau lakukan karena menurutmu membahagiakan, ketika melihat wajah kesalku.

Ketika SMA, saat saya sedang masa puber-pubernya seperti juga remaja lain yang selalu mendambakan jam pulang sebagai waktu pacaran. Hal menyebalkan dan kocak sering kau lakukan, seolah punya insting sebelum bel pulang kau sudah berdiri dipintu kelasku, sambil tertawa karena tau saya pasti marah, karena kau perlakukan saya layaknya anak TK.

Lalu kau bilang, ayolah kita pergi cari bakso, saya rindu dek tidak usah dulu pulang sama pacarmu.

Perhatianmu semakin besar ketika ayah dan ibu kita meninggal dan kita berdua harus menghadapi kenyataan menjadi yatim piatu di usia muda. Saya ingat betul hari itu, di tahun 2002 ketika ibu baru saja dikuburkan menyusul ayah kita beberapa bulan sebelumnya.

Kau mengajak saya bicara berdua, ‘dek saya terima tiga surat bebas tes kuliahmu dari Ugm, Unhas dan Untad. Saran saya, kuliah di Unhas saja karena disana lebih baik dari untad namun tidak sejauh UGM, jadi saya bisa tetap mudah mengunjungimu jika ada apa-apa’.

Atas saranmu itulah saya akhirnya memilih masuk unhas dan meninggalkanmu sendirian menghadapi segalanya, menjaga keluarga kita satu persatu.

Saat saya kuliah, aksi menyebalkanmu juga tidak pernah berhenti. Sering kali, tiba-tiba kau muncul di pintu pondokanku atau mencariku disekertariat lembaga mahasiswa tanpa memberi kabar apa-apa.

Bahkan pernah satu kali, saat saya sedang memimpin demonstrasi besar mahasiswa Unhas kau muncul ditengah barisan aksi, sambil ikut berteriak-teriak layaknya peserta aksi saat saya sedang orasi.Aksi yang membuat saya tertawa sekaligus marah, karena kebiasaan menyebalkanmu itu tidak pernah berhenti.

Tapi, itulah kau dengan kejutanmu.

IMG_0906.JPG

Kak, menceritakanmu tidak akan pernah ada habisnya. Terlalu banyak persoalan hidup kita lalui berdua. Sering sekali duka kita jalani dengan tertawa, lalu kau selalu bilang, ‘tenang dek, semua pasti bisa kita lalui’.

Kak, terlalu banyak kenangan bersamamu tentang semangat hidup, keberanian, nyali dan terutama keyakinan bahwa tidak ada yang perlu kita takuti, kecuali Tuhan. Termasuk penyakit parahmu yang selalu kau jadikan sekedar sebagai permainan selama ini.

Semua orang yang mengenalmu pasti akan bilang, kau sosok sahabat, teman, kakak, adik, juga guru terbaik yang mengajarkan mereka arti persahabatan, makna tujuan hidup untuk bermanfaat bagi orang lain. Sudah puluhan tulisan cerita dimedia sosial tentang kisahmu dengan mereka.1545999_10202644168413891_4662928782260357665_n.jpg

Tentang ingatan-ingatan yang membekas, bagaimana kau selalu menjadi sahabat dan penolong untuk orang lain dan tak lupa berbagai aksi nekat sekaligus kocak yang selalu kau lakukan yang membuat banyak orang selalu rindu.

Selamat jalan kak, akan terus aku tulis dan ceritakan kepada Ali dan anak cucu kita tentangmu…

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s