‘Habibie dan Jejak Kenangan Masa Kecil Kita’

‘Nak, kamu harus rajin sekolah, biar bisa pintar kaya Habibie’

Begitu kata Almarhum ayah saya, mungkin juga ayah anda, dan ayah-ayah yang lain. ‘Sekolah dan menjadi Habibie’ adalah doktrin yang selalu berulang oleh orang tua kepada kami, anak-anak zaman yang lahir dan sekolah di era orde baru.

Sebuah masa, ketika Soeharto berkuasa, saat tidak ada televisi lain selain TVRI dan lambang kecerdasan orang indonesia adalah Menteri Negara Riset dan Teknologi, siapa lagi kalau bukan Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Kala itu, saya dan mungkin banyak anak kecil di belahan bumi nusantara tidak mengenal Steve Jobs, Bill gates apalagi Jack Ma.Yang kami kenal, orang cerdas yang menguasai teknologi, ya Habibie.

Habibie adalah lambang dari orang pintar indonesia. Sekaligus simbol dari idola zaman yang menjadi alasan bagi banyak orang tua untuk memacu anak-anak mereka untuk sekolah setinggi langit, layaknya pesawat  N 250 Gatoto Kaca karya Habibie yang pernah terbang melintasi langit indonesia.

Di kampung ibu saya, Habibie serupa nyala matahari. Inspirator optimisme bagi masa depan generasi yang hidup pada era kelam dan pesimisme yang dibuat oleh rezim otoriter orde baru.

Ada istilah yang masih saya ingat betul ketika kecil yang sering di ucapkan oleh orang-orang kampung saya, jika melihat kami anak kecil bersemangat ke sekolah, nokuya iko mo sikola, nariamo presiden’!

Artinya kira-kira begini, untuk apa kamu sekolah sudah ada Presiden.

Kalimat itu, belakangan hari saya pahami sebenarnya merupakan ungkapan pesimisme rakyat akan berkuasa absolutnya rezim Soeharto kala itu, yang seolah tidak bisa tergantikan.

Untuk apa sekolah? Toh Presiden juga tetap Soeharto?

Menteri dan pejabat pasti keluarga dan orang-orang yang ditunjuk oleh penguasa orde baru itu.

Karena penasaran, saya lalu bertanya kepada ayah tentang pesimisme orang-orang kampung saya itu.

Lalu dengan enteng Ayah menjawab, ‘bilang kamu sekolah karena mau jadi Habibie. Bapaknya orang Gorontalo dan Habibie lahir di Pare-Pare Sulawesi Selatan. Kalau tidak bisa jadi presiden, kamu yang orang Sulawesi bisa jadi menristek seperti Habibie’.

Habibie dan Indonesia Lepas Landas

Saya yakin, karena sosok Habibie banyak anak-anak kampung seperti saya akhirnya berani punya mimpi.

Saya masih ingat, ketika kecil saat sedang asik bermain disore hari di bawah jejeran pohon kelapa tanah kaili, jika ada pesawat lewat kami anak-anak kampung langsung bersorak, Habibie, Habibie, ini kami. Seolah-olah setiap pesawat yang terbang pasti ada Habibie di dalam pesawat itu.

Lalu saya dan mungkin banyak anak kampung lain, akan berkhayal bagaimana rasanya naik pesawat, melihat awan putih dan daratan, laut serta sungai dari ketinggian, serta tentu saja duduk di samping Habibie.

Fantasi itulah yang membentuk banyak mimpi di kepala anak kecil seperti saya kala itu. Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, mengajak saya dan banyak anak kampung lain untuk berani berpikir tentang angkasa dan semesta, keluar dari batas jarak pandang kami yang terhalang oleh gunung tempat dimana kami tinggal.

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, memang bukan  sosok biasa. Karena Habibie adalah simbol dari kenangan bagi memori masa kecil saya dan mungkin anak-anak zaman kala itu.

Kenangan yang membentuk semangat untuk rajin sekolah, mimpi untuk terbang menjangkau angkasa, serta penanda dari kemajuan peradaban indonesia yang akan lepas landas.

Kini, bapak menristek itu telah pergi. Orang pintar yang jadi idola bagi kita semua itu sudah tidak ada lagi.

Istirahatlah bapak Presiden, terima kasih atas mimpi-mimpi yang kau bagi untuk kami. Untuk generasi indonesia yang maju bersama Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dilandasi oleh semangat Iman dan Taqwa (IMTAQ).

Selamat jalan eyang Habibie…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s