Taiko dan Kisah Tiga Samurai

Beberapa hari ini, saya teringat kembali kisah Novel Sejarah karya Eiji Yoshikawa yang berjudul Taiko. Novel sejarah yang bercerita tentang jepang pada abad 16 masehi tersebut, berfokus tentang cerita tiga tokoh yang memiliki cita-cita besar mempersatukan dan membangun kejayaan bangsa Jepang pada masa lalu.

Ke-tiga tokoh ini, memiliki karakter yang berbeda-beda dan sangat unik yang bisa jadi merepresentasikan karakter banyak kisah dan cerita tentang tokoh dan arena panggung politik pada banyak tempat. Karakter pertama, Nobunaga, seorang pimpinan samurai marga Oda, memiliki karakter penuh kharisma, tegas, berani, namun kadang bertindak tanpa perhitungan yang matang. Sosok kedua, Ieyasu, pimpinan marga Tokugawa, mempunyai karakter tenang, berhati-hati, bijaksana, penuh perhitungan dan juga gemar akan pertarungan.

Sedangkan karakter ketiga, Hideyoshi yang terlahir dari keluarga miskin, bapaknya seorang prajurit biasa namun punya semangat dan membuatnya terus belajar. Selain itu, Hideyoshi rajin berinteraksi dengan macam-macam orang, membuatnya kaya akan berbagai pengalaman menghadapi berbagai orang dan arena medan perang.

Perbedaan karakter ketiga samurai tersebut, membuat cara mereka mengambil keputusan juga selalu berbeda-beda. Misalnya saja, ketika masing-masing ditanyakan, bagaimana jika seorang burung tak mau berkicau?

Maka Nobunaga akan menjawab ringkas, ‘bunuh saja’! Sementara Ieyasu akan berkata, ‘tunggu sampai berkicau’ dan Hideyosi akan berkata, ‘buat burung itu ingin berkicau’.

Tiga tipologi Kepemimpinan

            Lewat membaca Taiko, saya belajar tentang tiga model kepemimpinan yang begitu sering saya jumpai dibanyak tempat dengan nama dan tokoh berbeda dan sosok yang berganti rupa. Jika kita membaca gaya kepemimpinan Nobunaga, merupakan representasi dari model kepemimpinan Charismatic leadership mereka layaknya falsafah masa lalu, “leader are born and not made” (pemimpin itu dilahirkan sebagai bakat dan bukannya dibuat)

Pemimpin seperti Nobunaga punya beberapa hal yang menonjol yakni; mereka terlahir dengan daya tarik yang besar, punya kecenderungan lebih percaya pada visi dan kemampuan pribadi dibandingkan para pengikut mereka, serta mengedepankan otoritas yang ada pada diri mereka sebagai sarana memengaruhi orang lain.

Gaya kepemimpinan Charismatic leadership, punya sisi kelebihan mampu menggerakkan

banyak pengikut dan menjadikan diri mereka sebagai pengambil otoritas utama dalam pengambilan keputusan, memiliki rasa tanggung jawab dan disegani oleh lawan maupun kawan. Namun, sosok Charismatic leadership punya kelemahan karena mereka cenderung menjadikan segala keputusan berpusat pada diri mereka.

Secara sederhana, para pemimpin Charismatic leadership punya kecenderungan bahwa ‘sistim itu adalah diri mereka sendiri’. Karena itu, para pemimpin Charismatic leadership punya rasa ego yang besar dan terkadang berakhir gegabah, karena tidak memperhitungkan semua langkah dengan matang, layaknya Nobunaga.

Kedua, sosok Ieyasu yang sering saya sebutkan sebagai sebuah gaya kepemimpinan yang bersifat ‘transaksional’. Pemimpin seperti ini adalah mereka yang penuh pertimbangan, berhati-hati, bijaksana, namun selalu berorentasi pada pencapaian dan target yang jelas. Para pemimpin transaksional berfokus pada hasil dan pencapaian keuntungan diri mereka.

Gaya kepempinan seperti ini, mengedepankan pembagian peran sehingga semua orang memahami peran dan tugas masing-masing. Ketika para pengikut mereka berhasil, pemimpin dengan tipologi transaksional akan memberikan reward bagi anggota kelompok yang mampu bekerja baik, sekaligus tidak segan-segan akan membuang mereka yang dipandang tidak membawa keuntungan apa-apa bagi diri maupun organisasi yang mereka pimpin.

Kekuatan utama para pemimpin transaksional adalah pada kemampuan mereka membuat kalkulasi dan pertimbangan.Berbeda dengan sosok Charismatic leadership yang cenderung mengedepankan ego pribadi mereka, seorang pemimpin transaksional punya kemampuan mendengarkan berbagai masukan, sebelum mengambil keputusan dan piawai membuat perhitungan keuntungan dan kerugian dengan baik.

Namun, kelemahan para pemimpin transaksional adalah terkadang terlalu pragmatis dan cenderung tidak memiliki solidaritas yang kuat dengan orang lain. Mereka cenderung menjadikan persahabatan, perkawanan, senantiasa bersifat kepentingan sementara tergantung kepentingan apa yang menjadi target mereka.

Ketiga, tipologi pemimpin Transformasional-Kolaboratif. Tipe kepemimpinan transformasional adalah tipe pemimpin yang senantiasa memiliki semangat melakukan perubahan dalam organisasi, kelompok, mampu memotivasi orang lain dengan semangat perubahan yang mereka bawa.

Tipe kepemimpinan ala Hideyosi, senantiasa mengedepankan semangat kolaborasi bersama, mampu beradaptasi dengan situasi dan senantiasa lentur akan perubahan. Gaya kepemimpinan seperti ini biasanya cerdas, enerjik dan penuh semangat. Berbeda dengan Charismatic leadership ataupunpemimpin transaksional pemimpin transformasional kolaboratif, punya orentasi pada perubahan itu sendiri, bukan pada diri dan sekedar berorentasi pragmatis.

Ibarat bambu mereka tidak akan mudah patah walau angin kencang. Para pemimpin transformasional juga punya kelebihan cenderung menghargai solidaritas bagi para pengikut mereka dan cenderung mendengarkan saran dari pengikut mereka. Namun, para pemimpin transformasional punya kelemahan utama, cenderung akan bermasalah pada saat pengambilan keputusan. Organisasi yang dibawa senantiasa berada pada situasi yang bersifat instabilitas, karena perubahan yang terjadi terus menerus dan jika tidak dikendalikan akan membawa konsekuensi tidak jelasnya rantai pengendali otoritas.

Walau pada kisah Taiko, Hideyosi akhirnya tampil menjadi pemenang. Pada kisah pertarungan samurai di banyak tempat di Indonesia, bisa jadi publik punya logika sendiri dan pilihan sendiri. Karena kembali lagi, seperti pesan guru saya; pemimpin adalah wajah dari rakyat itu sendiri!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s