Manusia adalah Koentji!

Bisa tolong pesankan Grab atau Gojek ? 'Coba-coba… siapa yang tau cara pakai aplikasi itu'. Saya terdiam heran, saya sedang berhadapan dengan seorang komisaris salah satu BUMN yang sedang panik, karena supir pribadi si Bos hendak pulang menjemput anak. Sementara bapak komisaris masih ingin nongkrong di salah satu kedai kopi bersama saya. Padahal, malam sudah … Lanjutkan membaca Manusia adalah Koentji!

Iklan

Kampus Unhas, Demokrasi, dan Ah Kamu…

Rasanya sudah terlalu tua untuk ikut campur membahas soal kampus Unhas, apalagi sekedar tentang dinamika politik lembaga kemahasiswaan. Nanti para senior akan bilang, Kamu pengangguran yah Bro? Dan adik-adik junior yang masih asyik di kampus bisa jadi akan berteriak, ‘Kak kami punya sejarah sendiri, pliss jangan ikut campur di’!!! Mau jawab apa coba? Lagi pula, … Lanjutkan membaca Kampus Unhas, Demokrasi, dan Ah Kamu…

PSM, Ewakoo…

Goll…Goll…Goll… Bilang memang Ja’, Ewakoo PSM, Watunnami. Teriakan-teriakan itu pecah, ketika pada babak kedua menit ke-50 Zulham Zamrun, berhasil menaklukan kiper Persija Andritany. Skor 2-0 untuk PSM. https://www.youtube.com/watch?v=rUC9KzacK5A Saya bersama istri dan beberapa teman lain tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak, larut bersama kegembiraan penonton lain di salah satu kafe di Jalan Perintis Kemerdekaan … Lanjutkan membaca PSM, Ewakoo…

Razia Buku

‘Saya Zul, Ketua Brigade Muslim Indonesia. Saya bersama teman-teman sedang mencari buku yang berpaham Marxisme, Komunisme dan Leninisme. Kami sudah sepakat dengan pihak Gramedia, untuk  menarik seluruh buku tersebut dan mengembalikan ke pihak percetakan’. Demikian kira-kira pernyataan orang yang kini jadi viral itu. Saya sendiri hanya tertawa ketika mendapatkan video Razia buku itu lewat pesan … Lanjutkan membaca Razia Buku

Bukan Zaman Cicero

Sekarang, bukan lagi zaman Cicero. Politisi, Filsuf dan ahli retorika dari zaman Romawi kuno yang terkenal jago pidato itu bertahta. Tidak juga, era pemimpin kharismatik layaknya Soekarno, Mandela atau Fidel Castro. Kini kita sedang berhadapan dengan zaman baru, ketika era kaum sophis yang ahli debat maupun mereka yang punya daya tarik kharismatik emosional, layaknya Marcos … Lanjutkan membaca Bukan Zaman Cicero

‘Matinya Kepakaran’

‘Jangan bicara kalau tidak paham, anda tidak tau kondisi politik yang ada. Karena anda tidak paham, sebaiknya anda jangan komentar, Jokowi akan kalah di Pemilu nanti’!!! (Percakapan Grup WhatsApp) Saya menarik nafas agak panjang, ketika seorang kawan pada sebuah grup WhatsApp menyerang saya demikian hebat. Kawan saya itu, seorang dokter. Beliau tiba-tiba marah kepada saya, … Lanjutkan membaca ‘Matinya Kepakaran’

Mahkamah Kalkulator (MK)

Saya tertawa, ketika mendengar Bambang Widjojanto (BW) memelesetkan istilah 'Mahkamah Kalkulator’ bagi Mahkamah Konstitusi. Tentu, bukan tanpa alasan pengacara BPN Prabowo-Sandi itu memakai sebutan itu. Saya menafsirkan, label mahkamah kalkulator itu sengaja digunakan setidaknya untuk dua hal. Pertama, Bambang sudah tau bahwa secara kuantitatif sangat sulit untuk membuktikan dalil gugatan mereka atas kecurangan pemilu yang … Lanjutkan membaca Mahkamah Kalkulator (MK)

Pesan Damai, Kepergian Ibu Ani Yudhoyono

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78). Setiap manusia, akan berpulang. Itu janji Tuhan, sekalipun manusia berjuang dengan seluruh daya dan upaya. Pada akhirnya, kehendak Tuhan tetap berkuasa atas setiap mahluk. Termasuk pada 1 Juni yang lalu, bangsa ini harus … Lanjutkan membaca Pesan Damai, Kepergian Ibu Ani Yudhoyono

Politik itu Kejam Jenderal

“ Politik jauh lebih rumit, dari sekedar perang”. Begitu kira-kira kesimpulan yang bisa saya petik dari episode akhir Game of Thrones. Bagaimana tidak, melihat perjuangan panjang Daenerys Targaryen atau Mother of Dragons yang penuh luka itu, tidak tega rasanya harus berakhir dengan tragis dan terlalu simpel, di bunuh oleh Jon Snow. Padahal,  Daenerys Targaryen baru … Lanjutkan membaca Politik itu Kejam Jenderal

Berbagi Kebohongan, Berbagi Kebodohan

Padahal, ini bulan Ramadhan. Masih banyak saja, para pendukung Capres dan Cawapres yang belum juga bisa Move On dari musim kampanye yang harusnya sudah lewat sejak pemilu selesai. Kini seharusnya, kita tinggal menanti hasil akhir dari proses pemilu yang telah selesai. Kalaupun ada proses yang dinilai dan di pandang salah, curang, silahkan menempuh jalur yang … Lanjutkan membaca Berbagi Kebohongan, Berbagi Kebodohan